Kisruh Pergantian Kepala Sekolah, Dirut Pustaka Malut Angkat Bicara

Jumat, 16 Juni 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karman Zein, Dirut Pusat Studi Masyarakat Kepulauan (Pustaka) Maluku Utara./jmg

Karman Zein, Dirut Pusat Studi Masyarakat Kepulauan (Pustaka) Maluku Utara./jmg

TERNATE, – Polemik pelantikan sejumlah kepala sekolah tingkat SMA kini mendapat respon negatif dari masyarakat.

Direktur LSM Pusat Studi Masyarakat Kepulauan (Pustaka) Maluku Utara, Karman Zein menyesalkan sikap Gubernur Abdul Gani Kasuba dalam hal ini Badan Kepegawaian Daerah (BKD) yang melakukan rotasi sejumlah kepala sekolah.

Menurutnya, rotasi kepsek baru-baru ini tanpa mempertimbangkan aspek sosiologis dan kondisi masyarakat setempat.

“Demi menghormati aturan main di BKN soal mutasi PNS, BKD silahkan menggunakan kewenangan mutasi kepegawaian namun harus sejalan dengan misi penyegaran di level pimpinan kepala sekolah. Nah, sekarang ini banyak kebijakan rotasi kepsek yang menuai kontroversi. Itu artinya BKD dan Gubernur mementingkan aspek lain dibandingkan stabilitas yang ada di sekolah-sekolah,” katanya, Jum’at (16/6).

Praktisi pendidikan ini bilang, normalnya ASN harus bersedia di rolling atau rotasi. Roling kepala sekolah dipandang penting apabila sesuai dengan ketentuan.

“Namun, sekarang ini tahun politik jadi mestinya BKD dan Gubernur lebih hati-hati dalam melakukan rotasi kepala sekolah,” terang magister lulusan Universitas Negeri Malang ini.

Di Kabupaten Halmahera Selatan, katanya paska pelantikan 91 kepala sekolah tingkat SMA, SMK dan SLB telah terjadi penolakan. Misalnya, yang sudah terjadi di SMA Negeri 7 Halsel.

Kini menyusul SMA Negeri 12 Halsel juga telah terjadi pemboikotan aktivitas sekolah oleh seluruh masyarakat di Desa Busua, Kecamatan Kayoa Barat sejak Kamis, 15 Juni 2023 kemarin.

“Penolakan yang berujung pemboikotan ini oleh orang tua siswa, dewan guru, komite sekolah dan masyarakat setempat. Sampai hari ini juga mereka masih melakukan aksi penolakan kepala sekolah baru Usman Hasyim dan meminta Gubernur menganulir SK tersebut sehingga kepsek lama Azis Dahlan selaku putera daerah asal Busua tetap di pertahankan,” tukasnya. (Red/tim)*

Berita Terkait

PARADE Demo Polda Maluku Utara Desak Tangkap Ino Pelaku Mafia Solar Subsidi Halsel
Tender Proyek Cathlab RSUD Labuha Senilai Rp1,8 Miliar Berujung Laporan Polisi
Korban Jiwa di Anggai Jadi Alarm, GMKI Bacan Minta Kapolda Evaluasi Kapolres Halsel
Kasus Jual Beli IUP: Kabag Hukum dan Sekda Haltim Diduga Terindikasi dalam Kasus Jual Beli IUP di Halmahera Timur
Formapas Malut: Desak Cabut IUP PT Priven Lestari, Jangan Korbankan Gunung Wato-Wato Demi Keserakahan Tambang!
PP Formapas Desak Menteri PU Copot Kepala BPJN Malut yang Diseret Isu Korupsi dan Polemik MBG
Kasus Kematian Almarhum Jeryan Koseng Jalan di Tempat, Korwil GMKI Malut Warning Polres Halsel
Tanggisan Keluarga Korban Pecah di Depan Polres Halbar, Desak Polisi Usut Dugaan Pembunuhan Berencana di Bataka

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 14:01 WIB

PARADE Demo Polda Maluku Utara Desak Tangkap Ino Pelaku Mafia Solar Subsidi Halsel

Minggu, 5 Juli 2026 - 07:28 WIB

Tender Proyek Cathlab RSUD Labuha Senilai Rp1,8 Miliar Berujung Laporan Polisi

Jumat, 12 Juni 2026 - 06:48 WIB

Korban Jiwa di Anggai Jadi Alarm, GMKI Bacan Minta Kapolda Evaluasi Kapolres Halsel

Jumat, 5 Juni 2026 - 13:57 WIB

Kasus Jual Beli IUP: Kabag Hukum dan Sekda Haltim Diduga Terindikasi dalam Kasus Jual Beli IUP di Halmahera Timur

Selasa, 26 Mei 2026 - 19:02 WIB

Formapas Malut: Desak Cabut IUP PT Priven Lestari, Jangan Korbankan Gunung Wato-Wato Demi Keserakahan Tambang!

Berita Terbaru