DLH Halsel Sebut Hasil Uji Sampel Air Laut Tumpahan Ferronikel milik PT WP Masih Aman

Selasa, 13 Juni 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Samsu Abubakar, Kadis DLH Halmahera Selatan

Samsu Abubakar, Kadis DLH Halmahera Selatan

LABUHA, Jarumsatu com – Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, Melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Halsel resmi mengumumkan hasil uji sampel kondisi air laut tumpahan Ferronikel milik PT Wanatiara Persada.

Uji sampel air dilakukan dinas lingkungan hidup (DLH) kabupaten Halmahera Selatan melalui rekomendasi dari DLH Kota Manado, Sulawesi Utara, di laboratorium Sea Water Analysis Results Kota Manado.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Halmahera Selatan, Samsu Abubakar kepada wartawan mengatakan bahwa Setelah kejadian tenggelamnya kapal bermuatan Ferronikel milik PT. Wanatiara Persada, DLH menindaklanjuti dengan membetuk tim investigasi.

“Kami dari DLH kabupaten Halmahera Selatan langsung membentuk tim investigasi terkait dengan limbah industri yang tenggelam di perairan laut Obi.

Pada saat dibentuk Tim investigasi ini langsung turun lapangan memantau dan mengambil sampel Air untuk dilakukan uji sampel di Kota Manado,”katanya saat diwawancarai wartawan. Selasa, (13/06/2023).

Samsu menyebutkan terdapat 8 parameter yang digunakan saat melakukan pengujian sampel air (Test Descriptions) yakni, Chromium Hexavalent Dissolved (Cr-VI), Arsenic-Dissolved (As), Cadmium-Dissolved (Cd), Copper Dissolved (Cu), Lead Dissolved (Pb), Nickel Dissolved (Ni), Zinc-Dissolved (Zn), dan Mercuri – Dissolved (Hg).

 

Hasil Uji Sampel air laut Tumpahan Ferronikel PT Wanatiara Persada, Milik DLH melalui hasil Tes laboratorium Sea Water Analysis Results Kota Manado

Hasilnya kami sudah dapatkan dari 8 parameter air yang di uji semuanya masih dibawah kategori Baku Mutu, artinya hasil uji sampel tersebut menunjukkan bahwa hasil air masih dalam kondisi baik dan tidak tercemar, karena Baku Mutu dari sisi menunjukkan perairan laut sekitar lokasi tidak berpengaruh terhadap tumpahan Ferronikel milik Wanatiara Persada,”terangnya

Meski demikian, Samsu mengatakan tidak sampai disini. Pihak DLH Halsel akan terus memantau kondisi lingkungan air di sekitar lokasi kejadian tersebut dalam hal pengawasan.

Samsu juga menyebutkan bahwa pengujian sampel air yang dilakukan dinas lingkungan hidup Halmahera Selatan sesuai dengan peraturan pemerintah nomor 22 tahun 2021 dalam lampiran 7.

Sementara itu, Anggota Tim Investigasi DLH Halsel, Ridwan La Djadi menambahkan, Pada tanggal 11 Mei 2023, tim investigasi dari lingkungan hidup Halmahera Selatan menuju ke TKP, tempatnya di Jeti empat dari pelabuhan ke empat PT. Wanatiara Persada.

“Disana kita mengambil sampel Air. Kurang lebih ada empat sampel yang di ambil. Karena ini kredibel dan independen makanya kami dari DLH mengambil dua botol sampel Air dan pihak perusahaan Wanatiara juga mengambil dua botol sampel Air,”ujarnya

Pengambilan sampel Air sendiri pada kedalaman 5 meter dari permukaan air laut . Dan pengambilan sampel air dilakukan oleh orang yang kompeten,”sambung Ridwan

Kepala seksi di salah satu bidang Dinas lingkungan hidup ini mengatakan, untuk menentukan baku mutu air pada uji sampel ini dilihat dari nilai masing-masing parameter.

Ridwan lantas mencontohkan apabila parameter Arsenic-Dissolved, ketentuannya adalah 0,012, tapi hasilnya 0,005. Berarti di bawah baku mutu, karena jika dikatakan bermasalah hasilnya di atas baku mutu. Sama halnya dengan parameter yang lainnya.

Untuk diketahui baku mutu lingkungan hidup adalah ukuran batas atau kadar makhluk hidup, zat, energi, atau komponen yang ada atau harus ada dan/atau unsur pencemar yang ditenggang keberadaannya dalam suatu sumber daya tertentu sebagai unsur lingkungan hidup. (Red/Adhy)

 

Berita Terkait

GMKI Bacan Desak Kapolres Halsel Beri Atensi Serius Penanganan Kasus Pelecehan Anak Dibawah Umur
Pembongkaran Minyak Kobisadar Berizin dan diawasi UPP Bula, Jovandri: Jangan Hakimi PLN dan Perusahan Tanpa Bukti
Di Balik Sebuah Jabatan, Ada Keluarga yang Terluka oleh Stigma Tanpa Bukti
Kapolres Halsel: Penyelidikan Penembakan Guru Mengarah pada Konflik di Lingkungan Sekolah
ASN KPH Diduga Jual Tanah Topsoil ke Pulau Obi, 30 Anggota DPRD Halsel Dinilai Tutup Mata
PARADE Ingatkan Pemkab Halsel, WPR Kusubibi Kunci Kepastian Hukum dan Ekonomi Masyarakat
Dugaan Pencabulan Anak di Bawah Umur di SD Negeri 258 Halsel, Guru Berinisial J.T.P. Resmi Dilaporkan ke Polisi
Kadis Dispora Halmahera Selatan Noce Totononu Bawa Inovasi Sport Saruma ke Panggung Nasional PKN Tingkat II Angkatan IV Tahun 2026

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 11:42 WIB

GMKI Bacan Desak Kapolres Halsel Beri Atensi Serius Penanganan Kasus Pelecehan Anak Dibawah Umur

Jumat, 31 Juli 2026 - 09:07 WIB

Pembongkaran Minyak Kobisadar Berizin dan diawasi UPP Bula, Jovandri: Jangan Hakimi PLN dan Perusahan Tanpa Bukti

Jumat, 31 Juli 2026 - 08:20 WIB

Di Balik Sebuah Jabatan, Ada Keluarga yang Terluka oleh Stigma Tanpa Bukti

Kamis, 30 Juli 2026 - 19:19 WIB

Kapolres Halsel: Penyelidikan Penembakan Guru Mengarah pada Konflik di Lingkungan Sekolah

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:18 WIB

PARADE Ingatkan Pemkab Halsel, WPR Kusubibi Kunci Kepastian Hukum dan Ekonomi Masyarakat

Berita Terbaru