LABUHA, HALMAHERA SELATAN – Dinas Perumahan dan Pemukiman Warga (Disperkim) Halmahera Selatan, Maluku Utara, menargetkan kurang lebih belasan ribu rumah tidak layak huni (RTLH) bakal dibangun pada tahun 2024 mendatang.
Hal ini disampaikan Kepala Dinas Perkim Halsel, Asmar Bani ketika ditemui wartawan di ruang kerjanya Jumat, (26/5/2023) siang tadi.
Asmar, menyebutkan berdasarkan data yang diperoleh pihaknya, kurang lebih 13 ribu rumah warga Halmahera Selatan yang dikategorikan tidak layak huni di 249 desa yang tersebar di Halmahera Selatan.
“Ada sekitar 13 ribu rumah warga di Halsel yang berdasarkan data base yang kami miliki. Sehingga kami merencanakan pada tahun 2024 mendatang bakal kami dorong melalui APBN untuk pengerjaan rumah yang tidak layak huni tersebut,” ucapnya.
Meski begitu, Ketua IKA PMII Maluku Utara ini mengaku kurang lebih 1.000 rumah tidak layak huni sudah dibangun melalui APBD Halsel.
“Insya allah Disperkim kita akan dorong melalui DAK APBN untuk pembangunan rumah tidak layak huni di seluruh Halmahera Selatan secara bertahap di tahun 2024,” bebernya.
Katanya, sejumlah dokumen pendukung yang bakal didorong ke Pemerintah Pusat telah disiapkan.
“Dokumennya sudah disiapkan untuk diusulkan ke pemerintah pusat melalui DAK APBN perubahan,” tandasnya. (Red/tim)*















