Wakili Indonesia Timur, Bupati Halmahera Selatan Ingin Kopra Putih Jadi Primadona

Kamis, 2 Februari 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Bupati Halmahera Selatan, Maluku Utara, Usman Sidik, S.H., M.H., terpilih menjadi salah seorang bupati penerima Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2023 pada Hari Pers Nasional 9 Februari 2023 di Kota Medan.

Usman Sidik menghadirkan tema pangan inovasi kopra putih, saat presentasi di Kantor PWI Jakarta Pusat beberapa waktu lalu. Mengenakan pakaian adat dari Halmahera Selatan warna biru. Ia mengungkapkan harapannya agar kopra putih jadi primadona dari kabupatennya.

Harapan Usman Sidik tidak berlebihan. Saat ini Halmahera Selatan memiliki luas perkebunan kelapa mencapai 29.731 hektare dengan produksi 23.532 ton per tahun.

Bupati Usman Sidik juga terinspirasi sejarah kejayaan sumber daya alam masa lampau di Kesultanan Bacan di Halmahera Selatan. Sumber daya alamnya seperti rempah telah mengundang bangsa Eropa datang.

“Pada zaman Kolonial Belanda, Kesultanan Bacan sempat mendirikan maskapai perdagangan Batjan Archipel Maastchappij (BAM) setelah mendapat konsesi dari Sultan Sadik selama 75 tahun. Hasil produk perkebunannya mampu menembus pasar Eropa,” paparnya.

“Salah satunya perkebunan kelapa BAM didirikan oleh Mr. M.E.F. Elout pada 8 Juni 1880. Mr. Elout tiba di Bacan pada 8 Juni 1880 dan tinggal di sana hingga 27 November 1880. Ia bertekad menjadikan Bacan sebagai Deli kedua,” ungkap Usman Sidik. Deli di Sumatera terkenal dengan perkebunannya.

Bupati Usman Sidik saat presentasi Kopra Putih ko

Saat presentasi di hadapan Tim Juri Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2023, Usman Sidik yang pernah menjadi wartawan stasiun televisi RCTI dan mengaku masih memiliki Kartu Tanda Anggota PWI membawa sejumlah produk kopra yang kini sedang dikembangkan di kabupatennya.

Saat terpilih sebagai Bupati Halmahera Selatan, ia mendapatkan kopra yang jadi andalan hidup masyarakat masih diolah secara tradisional dengan pengasapan. Akibatnya, kopra tampak hitam/coklat dan terkesan tidak begitu menarik. Kualitas hasil produknya kurang baik karena warna kelapanya hitam. “Nilai ekonominya juga rendah sehingga berpengaruh harga jual yang sering terjadi fluktuasi,” ungkapnya.

Usman mendorong perlunya inovasi dalam proses pengolahan kelapa menjadi kopra putih di mana kualitasnya terjamin dan sesuai permintaan pasar. Dengan demikian, harganya pun bisa terjamin dan masyarakat bisa mendapatkan hasil yang baik.

Saat dilantik sebagai bupati tahun 2021, ia langsung mengadakan inovasi pengembangan kopra putih di Halmahera Selatan. Yang pertama dilakukannya memerintahkan Dinas Pertanian menggelar pelatihan kepada kelompok-kelompok petani kelapa agar bisa menghasilkan kopra putih yang nilai ekonomisnya jauh lebih tinggi dari pada kopra hitam.

Usai pelatihan itu menyerahkan bantuan 12 unit pengolahan kopra putih yang dipusatkan di Desa Tabapoma, Kecamatan Bacan Timur Tengah. Dengan demikian, kata Bupati, para petani bisa menggunakan unit pengolahan kopra putih dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan daya saing komoditi unggulan daerah kelapa menuju senyum kesejahteraan masyarakat,.

Para kelompok petani kopra tersebut juga didampingi tenaga penyuluh dari Dinas Pertanian untuk tiap-tiap desa yang mempunyai alat pengolahan, sehingga petani bisa mengetahui cara pengolahannya.

“Program ini kita baru mulai tahun 2021, tapi hasilnya sudah mulai dirasakan masyarakat. Kita akan jalankan ini terus,” ujar Bupati Usman Sidik penuh antusias.

Harapan Bupati Usman Sidik menjadikan Halmahera Selatan sebagai sentra kelapa makin terbuka lebar. ”Kami ingin Halmahera Selatan menjadi sentra kelapa sesuai dengan visi dan misi kami yakni Mengembalikan Senyum Masyarakat Halmahera Selatan dengan meningkatkan ekonomi petani kelapa,” harapnya.

Kabupaten Halmahera Selatan memiliki luas wilayah 40.263,72 km2 atau sekitar 27,62% dari Luas wilayah Provinsi Maluku Utara. Luas daratannya 8.779,32 km2 (22%) dan luas lautnya 31.484,40 km2 (78%). Jumlah pulaunya 371 buah.

Penduduknya berjumlah 252.357 jiwa yang tersebar di 30 kecamatan dan 249 desa. Penduduk kabupaten ini juga beragam, beragama Islam 80 % dan Kristen 20%, Terdapat 18 etnis. (red)

Berita Terkait

GMKI Bacan Desak Kapolres Halsel Beri Atensi Serius Penanganan Kasus Pelecehan Anak Dibawah Umur
Pembongkaran Minyak Kobisadar Berizin dan diawasi UPP Bula, Jovandri: Jangan Hakimi PLN dan Perusahan Tanpa Bukti
Di Balik Sebuah Jabatan, Ada Keluarga yang Terluka oleh Stigma Tanpa Bukti
Kapolres Halsel: Penyelidikan Penembakan Guru Mengarah pada Konflik di Lingkungan Sekolah
ASN KPH Diduga Jual Tanah Topsoil ke Pulau Obi, 30 Anggota DPRD Halsel Dinilai Tutup Mata
PARADE Ingatkan Pemkab Halsel, WPR Kusubibi Kunci Kepastian Hukum dan Ekonomi Masyarakat
Dugaan Pencabulan Anak di Bawah Umur di SD Negeri 258 Halsel, Guru Berinisial J.T.P. Resmi Dilaporkan ke Polisi
Kadis Dispora Halmahera Selatan Noce Totononu Bawa Inovasi Sport Saruma ke Panggung Nasional PKN Tingkat II Angkatan IV Tahun 2026

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 11:42 WIB

GMKI Bacan Desak Kapolres Halsel Beri Atensi Serius Penanganan Kasus Pelecehan Anak Dibawah Umur

Jumat, 31 Juli 2026 - 09:07 WIB

Pembongkaran Minyak Kobisadar Berizin dan diawasi UPP Bula, Jovandri: Jangan Hakimi PLN dan Perusahan Tanpa Bukti

Jumat, 31 Juli 2026 - 08:20 WIB

Di Balik Sebuah Jabatan, Ada Keluarga yang Terluka oleh Stigma Tanpa Bukti

Kamis, 30 Juli 2026 - 19:19 WIB

Kapolres Halsel: Penyelidikan Penembakan Guru Mengarah pada Konflik di Lingkungan Sekolah

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:18 WIB

PARADE Ingatkan Pemkab Halsel, WPR Kusubibi Kunci Kepastian Hukum dan Ekonomi Masyarakat

Berita Terbaru