Bocah Sekitar 2–4 Tahun Ditemukan Mengapung di Perairan Tidore, Identitas Belum Diketahui

Senin, 16 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket: ilustrasi foto

Ket: ilustrasi foto

TIDORE, MALUKU UTARA – Warga di perairan antara Ternate dan Tidore digegerkan dengan penemuan seorang anak kecil yang diperkirakan berusia sekitar 2 hingga 4 tahun pada Senin pagi (16/03/2025).

Anak tersebut ditemukan sekitar pukul 07.35 WIT oleh sebuah bodi long (motor kayu) yang mengangkut penumpang dan sedang melakukan perjalanan dari Ternate menuju Tidore. Saat melintas di perairan tersebut, para penumpang bersama pengemudi perahu melihat tubuh seorang anak mengapung di laut.

Melihat kejadian tersebut, perahu kemudian dihentikan dan didekati untuk memastikan kondisi korban. Namun setelah diperiksa, anak tersebut sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.

Penemuan itu kemudian dilaporkan kepada warga serta pihak terkait agar dapat dilakukan penanganan lebih lanjut.

Informasi mengenai kejadian tersebut dengan cepat menyebar di media sosial setelah pertama kali diunggah oleh akun Facebook Rafly Salim. Unggahan tersebut kemudian dibagikan oleh warga dan pengguna Facebook lainnya hingga mencapai sekitar 1,4 ribu kali dibagikan, sehingga memicu perhatian luas dari masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, identitas korban belum diketahui. Belum ada keterangan resmi terkait asal-usul anak tersebut maupun bagaimana korban bisa berada di perairan antara Ternate dan Tidore.

Peristiwa ini pun mengundang perhatian masyarakat setempat. Warga berharap keluarga korban dapat segera ditemukan, sementara pihak berwenang diharapkan melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kejadian tersebut.

Masyarakat yang merasa kehilangan anak dengan ciri-ciri usia sekitar 2 hingga 4 tahun diminta segera menghubungi aparat setempat guna membantu proses identifikasi korban.

Perkembangan informasi terkait kejadian ini masih menunggu keterangan resmi dari pihak berwenang.( Red)

Berita Terkait

Kapolres Halsel: Penyelidikan Penembakan Guru Mengarah pada Konflik di Lingkungan Sekolah
ASN KPH Diduga Jual Tanah Topsoil ke Pulau Obi, 30 Anggota DPRD Halsel Dinilai Tutup Mata
Dugaan Pencabulan Anak di Bawah Umur di SD Negeri 258 Halsel, Guru Berinisial J.T.P. Resmi Dilaporkan ke Polisi
ASN KPH Anak Buah Sherly, Fajri Ahmad, Diduga Jual 6.000 Karung Tanah Topsoil Ilegal ke Pulau Obi
Tambang Ilegal Kali Raim Diduga Kian Bebas, PARADE Minta Kapolres Bertindak Tegas
DLH Halsel Tegaskan Tak Pernah Legalkan Pengambilan Topsoil, Siap Proses Oknum Jika Terbukti Terlibat
Oknum ASN KPH Diduga Jadi Aktor Utama di Balik Jual Beli 6.000 Karung Tanah Topsoil Ilegal
Kades Dijebak, DLH-KPH Pilih Bungkam, Polda Diminta Take Over Kasus Dugaan Jual Tanah Topsoil Ilegal

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 19:19 WIB

Kapolres Halsel: Penyelidikan Penembakan Guru Mengarah pada Konflik di Lingkungan Sekolah

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:54 WIB

ASN KPH Diduga Jual Tanah Topsoil ke Pulau Obi, 30 Anggota DPRD Halsel Dinilai Tutup Mata

Kamis, 30 Juli 2026 - 15:14 WIB

Dugaan Pencabulan Anak di Bawah Umur di SD Negeri 258 Halsel, Guru Berinisial J.T.P. Resmi Dilaporkan ke Polisi

Rabu, 29 Juli 2026 - 07:23 WIB

ASN KPH Anak Buah Sherly, Fajri Ahmad, Diduga Jual 6.000 Karung Tanah Topsoil Ilegal ke Pulau Obi

Rabu, 29 Juli 2026 - 05:48 WIB

Tambang Ilegal Kali Raim Diduga Kian Bebas, PARADE Minta Kapolres Bertindak Tegas

Berita Terbaru