Jakarta — Sidang Paripurna DPR RI pada Selasa, 25 November 2025, memiliki suasana yang berbeda. Di tengah formalitas gedung parlemen, sebuah noken—tas tradisional Papua yang sarat makna—hadir sebagai penanda kuat bahwa aspirasi dari wilayah Timur Indonesia ikut mewarnai arah kebijakan energi nasional.
Johni Jonatan Numberi, salah satu figur yang hadir dalam agenda Penetapan Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) RI Periode 2026–2030, membawa noken ke ruang sidang sebagai simbol peradaban dan identitas yang tak terpisahkan dari masyarakat Papua.
Menurut Numberi, noken bukan sekadar karya budaya, tetapi ilmu yang diturunkan Tuhan kepada para leluhur Papua. Ia menggambarkan noken sebagai pengetahuan tentang bagaimana membentuk, menganyam, menyusun, dan menciptakan wadah kokoh yang mampu membawa barang-barang berharga.
Dalam setiap seratnya ada pesan tentang ketelitian, ketekunan, keteraturan, dan struktur ilmu yang diwariskan sepanjang generasi,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa noken merupakan simbol martabat, teknologi, dan peradaban yang tumbuh dari tanah Papua. Filosofi noken, yang menyatukan beragam helai menjadi satu kesatuan yang kuat, disebutnya sejalan dengan semangat kebangsaan Indonesia—bahwa keberagaman bukan kelemahan, melainkan fondasi kekuatan bersama.
Keikutsertaan noken dalam ruang sidang, lanjutnya, menjadi tanda bahwa ajaran, nilai, dan aspirasi dari Timur Indonesia tidak hanya hadir, tetapi juga ikut membentuk keputusan nasional.
Momentum ini sekaligus menjadi pengingat bahwa peran masyarakat Papua dalam pembangunan energi dan kebijakan nasional harus terus diperkuat.
Di akhir pernyataannya, Numberi menyampaikan ucapan Selamat Hari Noken 2025, sebuah momen refleksi atas warisan budaya yang kini diakui dunia dan terus hidup melalui generasi penerus.”(red)

















