Bacan — Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Bacan melaksanakan Konferensi Cabang (Konfercab) ke-VIII sekaligus Study Meeting di Canga Matau, Bacan, Senin (17/11/2025). Kegiatan ini dihadiri staf ahli Bupati Halmahera Selatan bidang Ekonomi, Asbur Sumadayo, Kapolsek Bacan, Kasi Intel Kejari Labuha, perwakilan KNPI, GAMKI, OKP Cipayung Plus, senior members, serta seluruh anggota GMKI Cabang Bacan.
Ketua GMKI Cabang Bacan masa bakti 2023-2025, Jendri Nixon Pureng, menegaskan bahwa Konfercab bukan sekadar rutinitas dua tahunan, tetapi ruang strategis untuk menata ulang cara berpikir, cara melayani, dan cara berproses. “GMKI harus melahirkan kader yang cerdas, peduli, dan siap mengabdi,” ujarnya.
Jendri menyoroti tiga medan pelayanan GMKI—gereja, perguruan tinggi, dan masyarakat—yang menuntut respons kritis terhadap persoalan kekerasan seksual, ketidakadilan ekonomi, ketimpangan akses pendidikan, dan isu sosial lainnya. “Kita harus hadir dengan gagasan, aksi, dan keberpihakan kepada masyarakat,” tambahnya.
Senior GMKI, Frans Fofoki, memberikan pesan penguatan agar kader tetap menjaga identitas pelayanan GMKI. Ia menekankan pentingnya integritas, tradisi intelektual, spiritualitas, dan sikap kritis yang menjadi fondasi organisasi. “GMKI adalah rumah pembentukan karakter. Tugas kita menjaga nilai-nilai itu tetap hidup,” ujar Frans.
Sambutan juga disampaikan Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan melalui Staf Khusus Bidang Ekonomi, Asbur Sumadayo. Ia mengapresiasi GMKI sebagai ruang kaderisasi dan budaya kritis di tengah masyarakat. “Energi, idealisme, dan kritik konstruktif dari mahasiswa sangat dibutuhkan. Pemerintah selalu membuka ruang kolaborasi untuk membangun SDM Halsel yang berintegritas,” ungkapnya.
Koordinator Wilayah XV GMKI Maluku Utara, Jufri Bayar, menekankan bahwa GMKI Bacan harus bergerak lebih cepat, tepat, dan terukur untuk menghadapi tantangan zaman. “GMKI harus kreatif, inovatif, dan konsisten agar mampu beradaptasi dengan dinamika sosial dan ekonomi yang semakin kompleks,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya konsistensi dalam mengimplementasikan pola dasar sistem pendidikan kader (PDSPK) untuk melahirkan kader yang memiliki spiritualitas tinggi, integritas, dan profesionalitas. Menurut Jufri, regenerasi kepemimpinan yang berkualitas merupakan tanggung jawab seluruh anggota GMKI.
Konfercab ke-VIII GMKI Cabang Bacan resmi dibuka dan dilanjutkan dengan agenda Study Meeting bertema “Transformasi Ekonomi Kabupaten Halmahera Selatan melalui Sektor Agromaritim”, menghadirkan pemateri dari Kejaksaan Negeri Labuha, senior GMKI, dan anggota DPRD Komisi II.
Hasil Konfercab menetapkan Bung Yolden Boeng sebagai Ketua dan Orfil Pureng sebagai Sekretaris Cabang GMKI Bacan masa bakti 2025-2027, menandai regenerasi kepemimpinan dan dorongan bagi GMKI untuk tetap kreatif, inovatif, dan kritis dalam menghadapi dinamika sosial dan ekonomi di Halmahera Selatan.(*)

















