Halmahera Selatan, Gane Dalam — Dugaan praktik nepotisme mencuat di tubuh PT Gelora Mandiri Membangun (GMM), perusahaan perkebunan kelapa sawit yang beroperasi di wilayah Gane Dalam, Halmahera Selatan. Informasi yang diperoleh dari sumber internal perusahaan menyebutkan, istri salah satu Asisten Manager HRDGA disebut-sebut masuk bekerja tanpa melalui proses rekrutmen resmi.
“Hari ini saja saya baru dapat info. Salah satu Asisten Manager HRDGA, istrinya masuk perusahaan tidak melalui proses, tapi langsung kerja,” ungkap seorang sumber kepada media ini, Selasa (22/10/2025).
Praktik semacam itu dinilai merusak mekanisme kerja dan mencederai prinsip keadilan di lingkungan perusahaan. “Berrty mekanisme rusak ee, cara bagitu. Saat ini parah, semenjak ada mereka,” lanjut sumber tersebut dengan nada kecewa.
Sementara itu, warga di sekitar wilayah operasi perusahaan, khususnya di Gane dan Skely, merasa semakin terpinggirkan. “Sementara masyarakat Gane dan Skely kasian setengah mati,” ucap sumber lain yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Dugaan ini menambah panjang daftar keluhan masyarakat terhadap pengelolaan tenaga kerja di GMM. Warga menilai, perusahaan selama ini tidak transparan dan lebih mengutamakan orang-orang dekat daripada masyarakat lokal yang telah lama berharap mendapat kesempatan kerja.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen PT Gelora Mandiri Membangun (GMM) belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan nepotisme tersebut. Media ini masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak perusahaan untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut.(red)

















