Satu Tewas dalam Bentrokan Desa Silang–Liaro, Ini Kronologis Lengkapnya

Sabtu, 21 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket: foto ilustrasi

Ket: foto ilustrasi

Halmahera Selatan – Bentrokan antarwarga terjadi di Desa Silang dan Desa Liaro, Kecamatan Bacan Timur Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, pada Jumat (20/3/2026). Peristiwa tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan empat lainnya mengalami luka-luka.

Berdasarkan kronologi kejadian, insiden bermula ketika dua warga Desa Liaro, Jordi Hardin dan Baba, pergi ke Labuha, Kecamatan Bacan, untuk berbelanja kebutuhan menjelang Hari Raya Idul Fitri. Setelah selesai berbelanja, keduanya kembali ke Desa Liaro sekitar pukul 15.00 WIT dengan melintasi Desa Silang.

Saat melintas, keduanya diduga berpapasan dengan sekelompok pemuda Desa Silang yang dalam kondisi dipengaruhi minuman keras. Situasi kemudian memanas hingga berujung pada aksi pengeroyokan terhadap kedua warga tersebut. Keduanya berhasil melarikan diri dan kembali ke Desa Liaro untuk menyampaikan kejadian yang dialami.

Informasi tersebut memicu reaksi dari pihak keluarga dan warga Desa Liaro. Massa kemudian berkumpul dan melakukan penyerangan balasan ke Desa Silang sekitar pukul 18.49 WIT. Bentrokan pun tak terhindarkan, dengan kedua kelompok warga terlibat saling serang menggunakan senjata tajam.

Akibat kejadian tersebut, empat warga Desa Liaro mengalami luka sayatan di bagian kepala dan tangan. Sementara satu orang dilaporkan meninggal dunia akibat luka serius di bagian leher.

Aparat keamanan dari Polsek Bacan Timur yang tiba di lokasi sekitar pukul 20.00 WIT langsung mengambil langkah cepat untuk membubarkan massa dan mengendalikan situasi. Hingga saat ini, kondisi di lokasi kejadian berangsur kondusif.

Pihak keamanan juga telah melakukan pengamanan tempat kejadian perkara (TKP), serta mengimbau masyarakat dari kedua desa untuk menahan diri agar konflik tidak kembali meluas.

Upaya pendekatan dan mediasi terus dilakukan guna menjaga stabilitas keamanan di wilayah tersebut.(red)

Berita Terkait

Di Balik Sebuah Jabatan, Ada Keluarga yang Terluka oleh Stigma Tanpa Bukti
Kapolres Halsel: Penyelidikan Penembakan Guru Mengarah pada Konflik di Lingkungan Sekolah
ASN KPH Diduga Jual Tanah Topsoil ke Pulau Obi, 30 Anggota DPRD Halsel Dinilai Tutup Mata
PARADE Ingatkan Pemkab Halsel, WPR Kusubibi Kunci Kepastian Hukum dan Ekonomi Masyarakat
Dugaan Pencabulan Anak di Bawah Umur di SD Negeri 258 Halsel, Guru Berinisial J.T.P. Resmi Dilaporkan ke Polisi
Kadis Dispora Halmahera Selatan Noce Totononu Bawa Inovasi Sport Saruma ke Panggung Nasional PKN Tingkat II Angkatan IV Tahun 2026
Aktivitas PETI Kaputusang Beroperasi Terbuka, Kinerja Kapolres Halsel Jadi Catatan Merah Publik
ASN KPH Anak Buah Sherly, Fajri Ahmad, Diduga Jual 6.000 Karung Tanah Topsoil Ilegal ke Pulau Obi

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 08:20 WIB

Di Balik Sebuah Jabatan, Ada Keluarga yang Terluka oleh Stigma Tanpa Bukti

Kamis, 30 Juli 2026 - 19:19 WIB

Kapolres Halsel: Penyelidikan Penembakan Guru Mengarah pada Konflik di Lingkungan Sekolah

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:54 WIB

ASN KPH Diduga Jual Tanah Topsoil ke Pulau Obi, 30 Anggota DPRD Halsel Dinilai Tutup Mata

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:18 WIB

PARADE Ingatkan Pemkab Halsel, WPR Kusubibi Kunci Kepastian Hukum dan Ekonomi Masyarakat

Kamis, 30 Juli 2026 - 15:14 WIB

Dugaan Pencabulan Anak di Bawah Umur di SD Negeri 258 Halsel, Guru Berinisial J.T.P. Resmi Dilaporkan ke Polisi

Berita Terbaru