Aktivis Perempuan Tapanuli Desak Pemerintah Lakukan Renovasi dan Rehabilitasi bagi Korban Bencana di Sumatera

Rabu, 3 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aktivis perempuan asal Tapanuli, Malona Aruan.

Aktivis perempuan asal Tapanuli, Malona Aruan."|foto jarumSatu.com

Tapanuli — Aktivis perempuan asal Tapanuli, Malona Aruan, mendesak pemerintah pusat menetapkan status bencana nasional atas banjir besar yang melanda Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Bencana tersebut telah menelan ratusan korban jiwa serta merusak ribuan rumah warga.

Dalam pernyataannya, Lona menegaskan pemerintah tidak boleh memberikan jawaban normatif terkait dugaan masyarakat mengenai penyebab banjir. Ia menyoroti kecurigaan publik terhadap kemungkinan adanya aktivitas pembalakan hutan, setelah warga melihat jutaan potongan kayu terseret arus dan menghantam pemukiman.

Masyarakat menuding karena apa yang mereka lihat. Jutaan kayu dibawa arus, itu bukan hal kecil. Pemerintah harus serius menyelidiki, bukan sekadar memberi jawaban asal-asalan,” ujar Lona.

Desak Renovasi Rumah dan Penanganan Trauma

Lona meminta Menteri Perumahan Rakyat segera turun ke lokasi untuk memastikan proses renovasi dan rehabilitasi rumah warga yang hancur, sebagaimana langkah cepat yang pernah dilakukan kementerian itu saat gempa melanda NTT dan sejumlah daerah lain.

Selain itu, ia mendesak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak membentuk tim khusus untuk melakukan trauma healing bagi ibu dan anak yang mengalami tekanan mental akibat bencana.

Dalam kesempatan tersebut, Lona menyampaikan apresiasinya kepada Presiden Prabowo Subianto yang turun langsung meninjau lokasi bencana. Namun ia mengaku heran dengan sikap sebagian pembantu presiden yang dinilainya pasif.

Saya berterima kasih kepada Pak Prabowo yang turun langsung. Tapi saya heran, kenapa para pembantu presiden begitu pasif? Di awal kabinet ini dibentuk, setiap terjadi bencana, biasanya responnya cepat dan serentak,” tegasnya.

Lona berharap pemerintah pusat segera mengambil langkah luar biasa mengingat skala bencana yang membutuhkan koordinasi nasional serta penanganan terpadu.”(red)

Berita Terkait

Kapolres Halsel: Penyelidikan Penembakan Guru Mengarah pada Konflik di Lingkungan Sekolah
ASN KPH Diduga Jual Tanah Topsoil ke Pulau Obi, 30 Anggota DPRD Halsel Dinilai Tutup Mata
Dugaan Pencabulan Anak di Bawah Umur di SD Negeri 258 Halsel, Guru Berinisial J.T.P. Resmi Dilaporkan ke Polisi
Kadis Dispora Halmahera Selatan Noce Totononu Bawa Inovasi Sport Saruma ke Panggung Nasional PKN Tingkat II Angkatan IV Tahun 2026
ASN KPH Anak Buah Sherly, Fajri Ahmad, Diduga Jual 6.000 Karung Tanah Topsoil Ilegal ke Pulau Obi
Tambang Ilegal Kali Raim Diduga Kian Bebas, PARADE Minta Kapolres Bertindak Tegas
DLH Halsel Tegaskan Tak Pernah Legalkan Pengambilan Topsoil, Siap Proses Oknum Jika Terbukti Terlibat
Oknum ASN KPH Diduga Jadi Aktor Utama di Balik Jual Beli 6.000 Karung Tanah Topsoil Ilegal

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 19:19 WIB

Kapolres Halsel: Penyelidikan Penembakan Guru Mengarah pada Konflik di Lingkungan Sekolah

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:54 WIB

ASN KPH Diduga Jual Tanah Topsoil ke Pulau Obi, 30 Anggota DPRD Halsel Dinilai Tutup Mata

Kamis, 30 Juli 2026 - 15:14 WIB

Dugaan Pencabulan Anak di Bawah Umur di SD Negeri 258 Halsel, Guru Berinisial J.T.P. Resmi Dilaporkan ke Polisi

Rabu, 29 Juli 2026 - 13:17 WIB

Kadis Dispora Halmahera Selatan Noce Totononu Bawa Inovasi Sport Saruma ke Panggung Nasional PKN Tingkat II Angkatan IV Tahun 2026

Rabu, 29 Juli 2026 - 07:23 WIB

ASN KPH Anak Buah Sherly, Fajri Ahmad, Diduga Jual 6.000 Karung Tanah Topsoil Ilegal ke Pulau Obi

Berita Terbaru