HALSEL, – Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kecamatan Kayoa Barat, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara melaksanakan pembentukan Kampung Pengawasan Pemilu Bermartabat (Kaliber) di Desa Busua, Selasa (12/12).
Ketua Panwaslu Kecamatan Kayoa Barat, Marwan Khairil dalam sambutanya mengatakan Kaliber dilakukan dengan tujuan meminta partisipasi masyarakat dalam mengawasi Pemilu serentak tahun 2024.
“Kaliber ini merupakan konsep Bawaslu Provinsi Maluku Utara yang diturunkan ke Bawaslu kabupaten/kota termasuk di jajaran Panwas Kecamatan,” ucap Ketua Panwaslu Kecamatan Kayoa Barat, Marwan Khairil.
Menurutnya, tujuan dari Kaliber ini sesuai rujukan Perbawaslu Nomor 2 Tahun 2023 tentang Pengawasan Partisipatif yang mana Bawaslu dan jajaran harus bermitra dengan elemen-elemen yang turut berpartisipasi dalam pengawasan Pemilu.
“Jadi yang hadir ini sesuai dengan undangan yang dilayangkan terdiri dari tokoh masyarakat, toko adat, tokoh pemuda, Tokoh perempuan, para imam, para kepala desa, BPD, Kepala Puskesmas, Camat Kayoa Barat, para kepala sekolah tingkat SD, SMP dan SMA, MTS maupun MA, PPK Kayoa Barat dan PKD. Ini semua kita libatkan mereka dalam pengawasan proses Pemilu di Kecamatan Kayoa Barat,” terangnya.
Marwan berharap, melalui Kordiv Hukum dan Pengawasan dapat mengarahkan setiap desa yang punya partisipatif Pemilu 2024 yang paling tinggi, maka sudah mampu mengambil resiko dan menjadi salah satu desa percontohan di wilayah kecamatan.
Sementara, anggota Panwaslu Kecamatan Kayoa Barat, Sumira R. Kasudaha menyebutkan, sesuai dengan Perbawaslu Nomor 2 Tahun 2023 tentang Pengawasan Partisipatif, yakni masyarakat ataupun kelompok serta individu diminta untuk mengawal, karena substansinya adalah kedaulatan tertinggi ada pada masyarakat.
Oleh sebab itu, katanya, pengawasan masyarakat bukan lagi sebuah opsi, tetapi menjadi suatu keharusan bahwa masyarakat terus terlibat aktif dalam pengawasan.
“Harapan kami untuk pembentukan kaliber ini terdapat juga desa anti politik uang, kemudian menjadi desa anti ujaran kebencian serta desa anti isu SARA. Walaupun beda pilihan tetapi tujuannya sama untuk mengawal proses demokrasi ini berjalan dengan baik,” tandasnya. (Red/tim)*

















