LABUHA, Jarumsatu.com – Open Turnamen bertajuk Pemuda Akbar Cup tahun 2023 resmi di helat pada Jumat 30 Juni kemarin, rupanya membawa dampak positif bagi ekonomi warga.
Pasalnya, Iven yang di huni 32 tim itu tidak sekedar menampilkan permainan sepakbola profesional bagi tim yang berlaga dengan kehadiran ratusan penonton ikut menyaksikan jalannya pertandingan.
Namun ada yang unik dari penyelenggaraan Iven Gawang Sedang itu. Di mana, tradisi yang sudah bertahun-tahun hilang mulai nampak. Hal itu terlihat pada saat pembukaan Open Turnamen berlangsung.
Informasi yang di rangkum media ini, tampak sejumlah warga Desa Indong ramai membangun sejumlah tenda-tenda kecil mengelilingi lapangan Manaria dengan menawarkan beragam menu terbaik sesuai kebutuhan dan kemauan para pengunjung yang menyaksikan jalannya pertandingan pertandingan.
Hal tersebut kerap kali kita jumpai di setiap iven-iven besar di Kota. Namun, bagi Warga Indong ini kali pertama sejak bertahun-tahun yang menjadi tradisi itu hilang seketika namun, pada Iven open turnamen Pemuda Akbar Cup 2023 mampu menghadirkan tradisi yang telah lama hilang.
“Alhamdulilah, dari Iven ini berdampak ekonomi sampai pada warga. Di mana, Warga memanfaatkan Iven ini dengan menyiapkan lapak sendiri untuk berjualan baik itu minuman berupa Aqua, gorengan dan kebutuhan para pengunjung seperti pada umumnya yang terjadi di kota,” tutur Umar.
Mantan Ketua Pemuda Desa Indong ini menilai, Maksud dan tujuan dari kegiatan Iven Turnamen Pemuda Akbar Cup tidak hanya pembinaan terhadap bakat minat pesepakbola tetapi berdampak pada perkembangan pertumbuhan ekonomi pada warga sekitar.
“Artinya, sudah menjadi tradisi di semua daerah bagimana pedagang kaki lima memanfaatkan iven-iven resmi sebagai sarana untuk berjualan dan ini sangat luar biasa karena di Indong khususnya sudah lama hilang dari Iven besar hingga tradisi ini,” papar Umar.
Sementara, Masita Adam salah satu warga yang menyediakan beragam menu pada lapaknya mengaku bersyukur dengan adanya Iven Turnamen Pemuda Akbar Cup.
Ibu empat anak ini menambahkan, Omset dari penjualan di lapak miliknya memang tidak seberapa namun bisa membantu perekonomian keluarga bahkan bisa lebih.
“Sehari penjualan bisa meraup keuntungan dua ratus hingga tiga ratus ribu rupiah tergantung kebutuhan warga yang datang menyaksikan turnamen ini,” ujarnya.
Terpisah, Ketua Panitia penyelenggaraan Open Turnamen Akbar Cup, Musa Mamahani mengatakan, Kita berharap dari kegiatan ini tidak hanya menghadirkan seremonial biasa atau hanya di fokuskan pada turnamen saja. Namun, bisa memberi dampak ekonomi bagi warga sekitar diantaranya dengan membuka lapak sebanyak-banyaknya selama Iven ini berlangsung.
Diketahui, Open Turnamen Pemuda Akbar Cup di targetkan berlangsung selama satu bulan penuh di mana 32 tim berlaga dengan menggunakan sistim stengah kompetisi pada putaran pertama dan di lanjutkan sistim gugur pada putaran ke dua hingga ke Final. (Red/Adhy)

















