Halmahera Selatan – Sekretaris DPC Gerindra Halmahera Selatan, Leonar Hana Salaudin, yang merupakan kader muda masa depan Gerindra, Leonar menyatakan dukungan penuh terhadap program-program Presiden Prabowo Subianto, khususnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai memiliki dampak besar terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia sekaligus pertumbuhan ekonomi rakyat hingga ke tingkat desa.
Menurut Leonar, MBG merupakan program strategis yang tidak hanya bertujuan memberikan asupan gizi kepada anak-anak Indonesia, tetapi juga menjadi instrumen pemerataan ekonomi yang melibatkan petani, nelayan, peternak, pelaku UMKM, hingga tenaga kerja lokal.
“Program ini harus didukung bersama karena manfaatnya sangat nyata. Selain memberikan gizi kepada anak-anak bangsa demi mencerdaskan kehidupan generasi masa depan, MBG juga menciptakan perputaran ekonomi yang besar di desa-desa,” ujar Leonar.
Ia menjelaskan, kebutuhan bahan pangan untuk mendukung pelaksanaan MBG secara langsung membuka peluang pasar bagi para petani dan pelaku usaha lokal. Dengan adanya kepastian permintaan, hasil produksi pertanian menjadi lebih produktif dan memiliki nilai ekonomi yang lebih baik.
“Petani mendapatkan pasar yang jelas, produksi meningkat, ekonomi desa bergerak, dan masyarakat merasakan manfaatnya secara langsung. Inilah bentuk pembangunan yang berpihak kepada rakyat,” katanya.
Leonar juga menegaskan bahwa pihaknya menyayangkan masih adanya oknum-oknum tertentu yang berupaya menggiring opini untuk membatalkan atau menghambat program tersebut tanpa mempertimbangkan kepentingan masyarakat luas.
“Kami mengingatkan bahwa jangan sampai ada pihak-pihak yang hanya melihat kepentingan kelompok tertentu, tetapi mengabaikan kebutuhan rakyat kecil. Program ini hadir untuk membantu masyarakat dan menyiapkan generasi Indonesia yang lebih sehat, cerdas, dan berdaya saing,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Leonar turut menyinggung polemik kenaikan harga BBM non-subsidi yang belakangan menjadi sorotan publik. Menurutnya, masyarakat perlu melihat persoalan tersebut secara objektif dan memahami situasi global yang sedang terjadi.
“Kenaikan BBM non-subsidi bukan semata-mata keputusan yang diambil tanpa pertimbangan. Pemerintah tentu memperhatikan berbagai faktor, termasuk kondisi geopolitik global yang memengaruhi harga energi dan minyak dunia. Karena itu, persoalan ini harus dilihat secara utuh, bukan hanya dari satu sisi,” ujarnya.
Leonar menilai fokus utama saat ini adalah memastikan program-program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat tetap berjalan dan memberikan manfaat nyata bagi rakyat.
“Yang terpenting adalah bagaimana program Presiden mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, menggerakkan ekonomi desa, memperkuat sektor pertanian, serta menciptakan generasi Indonesia yang sehat dan cerdas. Karena itu, MBG harus dikawal bersama demi kepentingan rakyat dan masa depan bangsa,” pungkasnya. (red)

















