Halmahera Selatan. – Kasus dugaan hilangnya dana tabungan sebesar Rp400 juta milik seorang nasabah bernama Yeni Tjia kembali mencuat. Pada Senin (13/7/2026), Yeni mendatangi BNI KCP Labuha untuk meminta kejelasan terkait transaksi yang terjadi pada 13 April 2026.
Menurut pengakuan nasabah, ia meminta pihak bank menunjukkan slip penarikan sebagai bukti transaksi. Namun, permintaan tersebut disebut belum dipenuhi. Nasabah mengaku mendapat penjelasan dari Kepala BNI KCP Labuha bahwa dokumen tersebut tidak dapat diberikan.
Tak hanya itu, Yeni juga meminta rekaman CCTV di ruang teller, lokasi tempat transaksi diduga berlangsung. Akan tetapi, menurutnya, pihak bank hanya memperlihatkan rekaman CCTV yang mengarah ke pintu masuk kantor bank, bukan rekaman di area teller.
Nasabah juga mengaku menerima penjelasan bahwa rekaman CCTV di waktu yang dimaksud sudah tidak tersedia karena terjadi tumpang tindih penyimpanan (overlap) sehingga video tersebut tidak lagi dapat diakses.
Merasa belum memperoleh penjelasan yang memuaskan, Yeni berharap pihak bank bersikap terbuka dengan memperlihatkan seluruh dokumen dan bukti transaksi yang berkaitan dengan dana Rp400 juta miliknya agar persoalan tersebut menjadi terang.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak BNI KCP Labuha belum memberikan keterangan resmi.(red)

















