Uang Perjadin Dipakai, Iksan Basrah Justru Absen dari Workshop

Senin, 25 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket: foto istimewa

Ket: foto istimewa

Halmahera Selatan — Kegiatan workshop DPRD Kabupaten Halmahera Selatan yang digelar di Bekasi, Jawa Barat, pada 11 Mei 2026 kini menjadi sorotan publik. Di tengah kehadiran anggota DPRD dari Komisi I, II, dan III dalam agenda peningkatan kapasitas tersebut, Anggota DPRD Halsel dari Partai Gerindra, Iksan U Basrah sekertaris wakil ketua komisi 1 justru disebut tidak terlihat mengikuti kegiatan resmi itu.

Workshop bertema “Peran DPRD Dalam Penguatan Tata Kelola Keuangan Daerah dan Efisiensi Kebijakan” tersebut dinilai penting karena berkaitan langsung dengan fungsi DPRD dalam pengawasan anggaran, penyusunan kebijakan, serta peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Rombongan DPRD Halmahera Selatan diketahui telah bertolak dari Bacan menuju Bekasi sejak 9 Mei 2026. Agenda workshop itu diikuti anggota DPRD dari Komisi I, Komisi II, dan Komisi III. Namun dari dokumentasi kegiatan yang beredar, nama maupun keberadaan Iksan Basrah tidak tampak dalam forum workshop tersebut.

Kondisi itu memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat. Pasalnya, kegiatan perjalanan dinas dan workshop DPRD menggunakan anggaran negara yang bersumber dari uang rakyat, sehingga kehadiran anggota DPRD dalam agenda resmi dianggap sebagai bentuk tanggung jawab terhadap jabatan yang diemban.

“Kalau agenda resmi DPRD dan dihadiri anggota dari Komisi I, II, dan III, lalu kenapa ada anggota yang tidak hadir? Publik tentu berhak mempertanyakan,”

Sorotan terhadap absennya Iksan Basrah pun mulai ramai diperbincangkan, terlebih workshop tersebut berkaitan langsung dengan peningkatan kapasitas anggota DPRD dalam menjalankan tugas dan fungsi pengawasan terhadap pemerintah daerah.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan resmi dari Iksan Basrah terkait alasan ketidakhadirannya dalam agenda workshop DPRD Halmahera Selatan di Bekasi, Jawa Barat tersebut. (red)

Berita Terkait

Kapolres Halsel: Penyelidikan Penembakan Guru Mengarah pada Konflik di Lingkungan Sekolah
ASN KPH Diduga Jual Tanah Topsoil ke Pulau Obi, 30 Anggota DPRD Halsel Dinilai Tutup Mata
PARADE Ingatkan Pemkab Halsel, WPR Kusubibi Kunci Kepastian Hukum dan Ekonomi Masyarakat
Dugaan Pencabulan Anak di Bawah Umur di SD Negeri 258 Halsel, Guru Berinisial J.T.P. Resmi Dilaporkan ke Polisi
Kadis Dispora Halmahera Selatan Noce Totononu Bawa Inovasi Sport Saruma ke Panggung Nasional PKN Tingkat II Angkatan IV Tahun 2026
Aktivitas PETI Kaputusang Beroperasi Terbuka, Kinerja Kapolres Halsel Jadi Catatan Merah Publik
ASN KPH Anak Buah Sherly, Fajri Ahmad, Diduga Jual 6.000 Karung Tanah Topsoil Ilegal ke Pulau Obi
Tambang Ilegal Kali Raim Diduga Kian Bebas, PARADE Minta Kapolres Bertindak Tegas

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 19:19 WIB

Kapolres Halsel: Penyelidikan Penembakan Guru Mengarah pada Konflik di Lingkungan Sekolah

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:54 WIB

ASN KPH Diduga Jual Tanah Topsoil ke Pulau Obi, 30 Anggota DPRD Halsel Dinilai Tutup Mata

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:18 WIB

PARADE Ingatkan Pemkab Halsel, WPR Kusubibi Kunci Kepastian Hukum dan Ekonomi Masyarakat

Kamis, 30 Juli 2026 - 15:14 WIB

Dugaan Pencabulan Anak di Bawah Umur di SD Negeri 258 Halsel, Guru Berinisial J.T.P. Resmi Dilaporkan ke Polisi

Rabu, 29 Juli 2026 - 13:17 WIB

Kadis Dispora Halmahera Selatan Noce Totononu Bawa Inovasi Sport Saruma ke Panggung Nasional PKN Tingkat II Angkatan IV Tahun 2026

Berita Terbaru