Obi Halmahera Selatan — Bank Indonesia bersama TNI Angkatan Laut terus memperkuat edukasi kebangsaan dan kecintaan terhadap Rupiah melalui kegiatan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 di wilayah kepulauan Maluku Utara.
Kegiatan yang digagas oleh Bank Indonesia Pusat dan dilaksanakan oleh Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara itu menjangkau sejumlah daerah kepulauan, di antaranya Pulau Morotai, Pulau Batangdua, Pulau Taliabu, Pulau Sanana, hingga Pulau Obi sebagai titik terakhir pelaksanaan kegiatan.
Dipimpin langsung oleh Kepala Seksi PUR Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara, Ilham Mudari, tim on board ERB melaksanakan edukasi kepada pelajar dan masyarakat terkait pentingnya menjaga dan memahami Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara.
Salah satu agenda yang paling menarik perhatian berlangsung di SMP Negeri 4 Halmahera Selatan. Dalam kegiatan tersebut, para siswa mendapat edukasi “Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah” yang dikemas secara interaktif dan penuh semangat.
Tak hanya menerima materi di ruang kelas, para siswa juga diajak melakukan open ship atau kunjungan langsung ke Kapal Republik Indonesia KRI Belati 622 milik TNI AL.
Di atas kapal perang tersebut, para siswa berkesempatan melihat langsung ruang kendali kapal, peralatan navigasi, hingga mendapat penjelasan dari personel TNI AL mengenai tugas menjaga kedaulatan laut Indonesia.
Suasana penuh antusias terlihat saat siswa memasuki ruang kemudi kapal. Mereka tampak serius mendengarkan penjelasan awak kapal sambil melihat berbagai perangkat navigasi modern yang digunakan dalam operasi laut.
Selain edukasi, Bank Indonesia juga menyerahkan bantuan tas sekolah kepada para siswa sebagai bentuk dukungan terhadap pendidikan di wilayah kepulauan.
Kepala SMP Negeri 4 Halmahera Selatan, Saefudin Kasim, mengapresiasi kegiatan tersebut karena memberikan pengalaman baru bagi siswa yang jarang mereka dapatkan.
“Ini bukan sekadar kunjungan biasa. Anak-anak mendapat wawasan tentang Rupiah, nasionalisme, dan juga melihat langsung kapal perang TNI AL. Ini pengalaman yang sangat berharga bagi mereka,” ujarnya.
Selain menyasar pelajar, Ekspedisi Rupiah Berdaulat juga melaksanakan pelayanan penukaran uang Rupiah kepada masyarakat di wilayah kepulauan yang disinggahi tim ERB.
Program ini menjadi bagian dari komitmen Bank Indonesia untuk memastikan ketersediaan uang layak edar hingga ke wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal), sekaligus memperkuat pemahaman masyarakat tentang pentingnya Rupiah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Pulau Obi menjadi titik terakhir pelaksanaan Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 di Maluku Utara sebelum tim kembali ke Ternate.
Kolaborasi antara Bank Indonesia dan TNI Angkatan Laut melalui ERB 2026 menunjukkan bahwa menjaga kedaulatan bangsa bukan hanya soal pertahanan wilayah, tetapi juga menjaga keberadaan Rupiah sebagai simbol negara hingga ke pelosok negeri. (red)

















