Dugaan Kasus Kades Kubung, Kepala Inspektorat dan Dua Oknum Penyidik Polres Halsel Terseret, Validitas Visum Disorot

Rabu, 15 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket: Kepala Desa Kubung, Masbul H. Muhamad

Ket: Kepala Desa Kubung, Masbul H. Muhamad

Halsel– . Kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan Kepala Inspektorat Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Uatara. Ilham Abubakar, kian memanas. Selain terancam jeratan pidana, proses penanganan perkara ini juga menuai sorotan setelah muncul dugaan kejanggalan dalam hasil Visum Et Repertum (VER) yang digunakan dalam penyidikan.

Koordinator Aliansi Garda Kubung Menggugat, Ringgo Larensi, secara resmi melaporkan oknum penyidik Polres Halmahera Selatan (Halsel) ke Propam terkait hasil visum tertanggal 16 Juni 2025 yang seharusnya visum tersebut tertanggal 15 Mei 2025

Laporan tersebut dilayangkan atas dugaan ketidakprofesionalan dalam penanganan perkara, khususnya terkait hasil visum yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi luka yang dialaminya.

Peristiwa ini bermula dari aksi unjuk rasa yang digelar Aliansi Garda Kubung Menggugat di depan Kantor Inspektorat Halsel. Aksi tersebut dilakukan untuk mendesak Inspektorat segera menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan penyalahgunaan anggaran dana desa oleh Kepala Desa Kubung, Masbul H. Muhamad.

Dalam aksi tersebut, terjadi ketegangan antara Ringgo selaku koordinator lapangan dengan Kepala Inspektorat Ilham Abubakar. Adu argumen yang memanas berujung pada kontak fisik yang menyebabkan Ringgo mengalami luka pada bagian dalam bibir.

“Atas kejadian itu, saya langsung melakukan pemeriksaan medis pada taggal 15 Mei 2025 dan mengantongi hasil visum sebagai alat bukti sah, bukan visum tertanggal 16 Juni ,” ungkap Ringgo. Selasa (14/04).

Namun, dalam proses penyidikan, Ringo mengaku menemukan adanya kejanggalan. Ia menilai hasil visum yang digunakan tidak mencerminkan kondisi luka yang sebenarnya.

“Diduga terdapat indikasi bahwa hasil visum telah ditukar, dimanipulasi, atau tidak digunakan sebagaimana mestinya oleh penyidik karena waktu saya visum pada taggal 15 Mei 2025 sementara visum yang di gunakan dalam persidangan tertanggal 16 Juni 2025 kn aneh ,” tegasnya.

Merasa dirugikan, Ringgo kemudian mengambil langkah hukum dengan melaporkan penyidik yang menangani kasus tersebut ke Propam Polres Halsel.

Ia berharap laporan tersebut dapat ditindaklanjuti secara profesional dan transparan guna mengungkap dugaan pelanggaran yang terjadi.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Polres Halmahera Selatan maupun pihak Inspektorat belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut. Redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi untuk memperoleh penjelasan dari pihak-pihak terkait.

Kasus ini pun menjadi perhatian publik di Halmahera Selatan. Selain dugaan penganiayaan, masyarakat juga menyoroti isu utama yang melatarbelakangi aksi, yakni dugaan penyalahgunaan anggaran desa oleh Kepala Desa Kubung.

Sejumlah pihak mendesak agar aparat penegak hukum dapat menangani kedua persoalan tersebut secara objektif dan tanpa intervensi. Transparansi dinilai menjadi kunci penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap institusi hukum. (red)

Berita Terkait

Kapolres Halsel: Penyelidikan Penembakan Guru Mengarah pada Konflik di Lingkungan Sekolah
ASN KPH Diduga Jual Tanah Topsoil ke Pulau Obi, 30 Anggota DPRD Halsel Dinilai Tutup Mata
PARADE Ingatkan Pemkab Halsel, WPR Kusubibi Kunci Kepastian Hukum dan Ekonomi Masyarakat
Dugaan Pencabulan Anak di Bawah Umur di SD Negeri 258 Halsel, Guru Berinisial J.T.P. Resmi Dilaporkan ke Polisi
Kadis Dispora Halmahera Selatan Noce Totononu Bawa Inovasi Sport Saruma ke Panggung Nasional PKN Tingkat II Angkatan IV Tahun 2026
Aktivitas PETI Kaputusang Beroperasi Terbuka, Kinerja Kapolres Halsel Jadi Catatan Merah Publik
ASN KPH Anak Buah Sherly, Fajri Ahmad, Diduga Jual 6.000 Karung Tanah Topsoil Ilegal ke Pulau Obi
Tambang Ilegal Kali Raim Diduga Kian Bebas, PARADE Minta Kapolres Bertindak Tegas

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 19:19 WIB

Kapolres Halsel: Penyelidikan Penembakan Guru Mengarah pada Konflik di Lingkungan Sekolah

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:54 WIB

ASN KPH Diduga Jual Tanah Topsoil ke Pulau Obi, 30 Anggota DPRD Halsel Dinilai Tutup Mata

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:18 WIB

PARADE Ingatkan Pemkab Halsel, WPR Kusubibi Kunci Kepastian Hukum dan Ekonomi Masyarakat

Kamis, 30 Juli 2026 - 15:14 WIB

Dugaan Pencabulan Anak di Bawah Umur di SD Negeri 258 Halsel, Guru Berinisial J.T.P. Resmi Dilaporkan ke Polisi

Rabu, 29 Juli 2026 - 13:17 WIB

Kadis Dispora Halmahera Selatan Noce Totononu Bawa Inovasi Sport Saruma ke Panggung Nasional PKN Tingkat II Angkatan IV Tahun 2026

Berita Terbaru