Diduga Tertidur Saat Hearing Bersama Masa Aksi, Wakil Ketua Komisi III Disorot diRuang Banggar DPR

Kamis, 2 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket:foto Istimewa|jarum satu.com

Ket:foto Istimewa|jarum satu.com

Halsel.- Gelombang aksi mahasiswa asal Kasiruta Timur mengguncang Halmahera Selatan. Mereka turun ke jalan membawa satu pesan tegas: pemerintah daerah dinilai gagal menghadirkan pelayanan dasar, terutama di sektor transportasi laut yang hingga kini masih jauh dari kata layak.01/04/2026

Aksi yang berlangsung panas itu mendapat respons dari DPRD Halmahera Selatan. Anggota Komisi II, Yusuf Nijar, menegaskan bahwa apa yang disuarakan mahasiswa merupakan cerminan nyata keresahan masyarakat.

“Terlepas dari cara penyampaiannya, itu adalah bentuk keterwakilan mutlak masyarakat. Kita tidak bisa menutup mata,” tegasnya.

Sorotan utama diarahkan pada kinerja Dinas Perhubungan. DPRD menilai kapal-kapal yang beroperasi di wilayah Halmahera Selatan lebih berorientasi bisnis, tanpa diimbangi tanggung jawab pelayanan publik.

“Semua kapal itu datang untuk bisnis. Tapi dari situ juga lahir pendapatan daerah. Pertanyaannya, bagaimana kita mengejar ketertinggalan fiskal kalau pelayanan dasar saja tidak maksimal?” lanjut Yusuf.

Lebih jauh, DPRD mengungkap masih banyak desa yang belum terjangkau layanan transportasi yang memadai—sebuah kondisi yang dinilai sebagai kegagalan tata kelola sektor perhubungan.

Kalau banyak desa belum terakomodir, maka ini jelas ada masalah serius. Dan itu nanti akan bermuara ke kepala dinas,” ujarnya.

Sebagai langkah lanjutan, DPRD berencana memanggil operator kapal untuk dipertemukan langsung dengan mahasiswa guna mencari solusi konkret. Bahkan, DPRD memastikan akan mengeluarkan rekomendasi resmi kepada Bupati Halmahera Selatan untuk mencopot Kepala Dinas Perhubungan.

“Ini bukan lagi soal evaluasi biasa. Kami akan rekomendasikan ke bupati agar Kadis Dishub segera diberhentikan. Kinerjanya patut dipertanyakan,” tegasnya.

Namun, di tengah panasnya tuntutan mahasiswa dan sorotan tajam terhadap kinerja pemerintah, muncul ironi dalam forum resmi. Saat hearing berlangsung di ruang Banggar antara Komisi II DPRD dan Aliansi Mahasiswa Kasiruta, seorang anggota DPRD yang diketahui merupakan Wakil Ketua Komisi III, Masdar Mansur ketua Partai PDIP kabupaten Halmahera Selatan dari Fraksi Demokrat Perjuangan, diduga tertidur di kursinya.

Pantauan lansung media jarumSatu.com, yang bersangkutan terlihat memejamkan mata saat mahasiswa menyampaikan aspirasi mereka secara langsung. Momen tersebut sontak menjadi perhatian dan memunculkan tanda tanya publik terkait keseriusan wakil rakyat dalam menyerap suara masyarakat.

Peristiwa ini menambah lapisan kritik: di satu sisi mahasiswa berjuang menyuarakan ketimpangan layanan publik, di sisi lain sikap sebagian anggota dewan justru dinilai tidak mencerminkan urgensi persoalan yang disampaikan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak terkait. Namun, kejadian ini menjadi pengingat keras bahwa kepercayaan publik tidak hanya ditentukan oleh keputusan politik, tetapi juga oleh sikap dan etika di ruang-ruang representasi rakyat.(red)

Berita Terkait

Kapolres Halsel: Penyelidikan Penembakan Guru Mengarah pada Konflik di Lingkungan Sekolah
ASN KPH Diduga Jual Tanah Topsoil ke Pulau Obi, 30 Anggota DPRD Halsel Dinilai Tutup Mata
PARADE Ingatkan Pemkab Halsel, WPR Kusubibi Kunci Kepastian Hukum dan Ekonomi Masyarakat
Dugaan Pencabulan Anak di Bawah Umur di SD Negeri 258 Halsel, Guru Berinisial J.T.P. Resmi Dilaporkan ke Polisi
Kadis Dispora Halmahera Selatan Noce Totononu Bawa Inovasi Sport Saruma ke Panggung Nasional PKN Tingkat II Angkatan IV Tahun 2026
Aktivitas PETI Kaputusang Beroperasi Terbuka, Kinerja Kapolres Halsel Jadi Catatan Merah Publik
ASN KPH Anak Buah Sherly, Fajri Ahmad, Diduga Jual 6.000 Karung Tanah Topsoil Ilegal ke Pulau Obi
Tambang Ilegal Kali Raim Diduga Kian Bebas, PARADE Minta Kapolres Bertindak Tegas

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 19:19 WIB

Kapolres Halsel: Penyelidikan Penembakan Guru Mengarah pada Konflik di Lingkungan Sekolah

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:54 WIB

ASN KPH Diduga Jual Tanah Topsoil ke Pulau Obi, 30 Anggota DPRD Halsel Dinilai Tutup Mata

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:18 WIB

PARADE Ingatkan Pemkab Halsel, WPR Kusubibi Kunci Kepastian Hukum dan Ekonomi Masyarakat

Kamis, 30 Juli 2026 - 15:14 WIB

Dugaan Pencabulan Anak di Bawah Umur di SD Negeri 258 Halsel, Guru Berinisial J.T.P. Resmi Dilaporkan ke Polisi

Rabu, 29 Juli 2026 - 13:17 WIB

Kadis Dispora Halmahera Selatan Noce Totononu Bawa Inovasi Sport Saruma ke Panggung Nasional PKN Tingkat II Angkatan IV Tahun 2026

Berita Terbaru