Halsel.- Gelombang aksi mahasiswa asal Kasiruta Timur mengguncang Halmahera Selatan. Mereka turun ke jalan membawa satu pesan tegas: pemerintah daerah dinilai gagal menghadirkan pelayanan dasar, terutama di sektor transportasi laut yang hingga kini masih jauh dari kata layak.01/04/2026
Aksi yang berlangsung panas itu mendapat respons dari DPRD Halmahera Selatan. Anggota Komisi II, Yusuf Nijar, menegaskan bahwa apa yang disuarakan mahasiswa merupakan cerminan nyata keresahan masyarakat.
“Terlepas dari cara penyampaiannya, itu adalah bentuk keterwakilan mutlak masyarakat. Kita tidak bisa menutup mata,” tegasnya.
Sorotan utama diarahkan pada kinerja Dinas Perhubungan. DPRD menilai kapal-kapal yang beroperasi di wilayah Halmahera Selatan lebih berorientasi bisnis, tanpa diimbangi tanggung jawab pelayanan publik.
“Semua kapal itu datang untuk bisnis. Tapi dari situ juga lahir pendapatan daerah. Pertanyaannya, bagaimana kita mengejar ketertinggalan fiskal kalau pelayanan dasar saja tidak maksimal?” lanjut Yusuf.
Lebih jauh, DPRD mengungkap masih banyak desa yang belum terjangkau layanan transportasi yang memadai—sebuah kondisi yang dinilai sebagai kegagalan tata kelola sektor perhubungan.
Kalau banyak desa belum terakomodir, maka ini jelas ada masalah serius. Dan itu nanti akan bermuara ke kepala dinas,” ujarnya.
Sebagai langkah lanjutan, DPRD berencana memanggil operator kapal untuk dipertemukan langsung dengan mahasiswa guna mencari solusi konkret. Bahkan, DPRD memastikan akan mengeluarkan rekomendasi resmi kepada Bupati Halmahera Selatan untuk mencopot Kepala Dinas Perhubungan.
“Ini bukan lagi soal evaluasi biasa. Kami akan rekomendasikan ke bupati agar Kadis Dishub segera diberhentikan. Kinerjanya patut dipertanyakan,” tegasnya.
Namun, di tengah panasnya tuntutan mahasiswa dan sorotan tajam terhadap kinerja pemerintah, muncul ironi dalam forum resmi. Saat hearing berlangsung di ruang Banggar antara Komisi II DPRD dan Aliansi Mahasiswa Kasiruta, seorang anggota DPRD yang diketahui merupakan Wakil Ketua Komisi III, Masdar Mansur ketua Partai PDIP kabupaten Halmahera Selatan dari Fraksi Demokrat Perjuangan, diduga tertidur di kursinya.
Pantauan lansung media jarumSatu.com, yang bersangkutan terlihat memejamkan mata saat mahasiswa menyampaikan aspirasi mereka secara langsung. Momen tersebut sontak menjadi perhatian dan memunculkan tanda tanya publik terkait keseriusan wakil rakyat dalam menyerap suara masyarakat.
Peristiwa ini menambah lapisan kritik: di satu sisi mahasiswa berjuang menyuarakan ketimpangan layanan publik, di sisi lain sikap sebagian anggota dewan justru dinilai tidak mencerminkan urgensi persoalan yang disampaikan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak terkait. Namun, kejadian ini menjadi pengingat keras bahwa kepercayaan publik tidak hanya ditentukan oleh keputusan politik, tetapi juga oleh sikap dan etika di ruang-ruang representasi rakyat.(red)

















