Halmahera Selatan – Akses penghubung vital antara Desa Sayoang dan Desa Yaba, Kecamatan Bacan Timur, akhirnya mulai dibangun. Melalui kegiatan groundbreaking Jembatan Garuda pada Rabu (1/4/2026), harapan ratusan warga untuk mobilitas yang lebih aman dan lancar mulai terwujud.
Pembangunan jembatan ini merupakan hasil kolaborasi antara TNI, Pemerintah Daerah, dan masyarakat setempat. Dengan bentangan sekitar 10 meter di atas sungai selebar ±8 meter, jembatan ini menjadi solusi atas kendala yang selama ini dihadapi warga—terutama saat musim hujan, ketika tinggi air bisa mencapai hingga 2 meter.
Jembatan Garuda diproyeksikan memberi manfaat besar bagi sedikitnya 677 kepala keluarga, termasuk sekitar 350 petani yang selama ini harus menyeberangi sungai untuk menuju lahan mereka. Selain itu, jalur ini juga dilintasi sekitar 30 kendaraan setiap harinya.
Pelaksanaan pembangunan melibatkan berbagai unsur, antara lain:
• Tim teknis Dinas PU sebanyak 2 orang
• Personel TNI dari Kodim 1509/Labuha sebanyak 10 orang
• Masyarakat setempat sekitar 10 orang
Keterlibatan langsung ini mencerminkan kuatnya semangat gotong royong dalam membangun desa.
Dihadiri Unsur TNI, Pemda, dan Tokoh Masyarakat, Kegiatan groundbreaking turut dihadiri oleh berbagai unsur penting, di antaranya:
Unsur TNI:
• Letkol Inf. Syamsul, S.I.P – Dandim 1509/Labuha
• Kapten Czi. Mustamin – Danramil 1509-01/Bacan
• Kapten Inf. Lukito – Pasiterdim 1509/Labuha
Unsur Pemerintah Daerah:
• Helmi Umar Muchsin, S.E – Wakil Bupati Halmahera Selatan
• Idham Pora – Kepala Dinas PU Halsel
• Niar Barakati, S.H., M.Si – Camat Bacan Timur beserta staf
Unsur Pemerintah Desa dan Masyarakat:
•Noldi Matoro – Kepala Desa Sayoang beserta perangkat desa
• Tokoh agama (Toga), tokoh adat (Toda), dan tokoh masyarakat (Tomas) sekitar 10 orang
• Masyarakat umum sekitar 65 orang
Selain itu, kegiatan juga terhubung dengan jajaran Kodam XV/Pattimura, dengan sambutan Pangdam yang disampaikan melalui Kapoksahli.
Acara dimulai sejak pukul 09.15 WIT dengan kedatangan Dandim dan tamu undangan, dilanjutkan pembukaan pukul 10.00 WIT. Setelah sambutan Pangdam XV/Pattimura, prosesi groundbreaking dilaksanakan pukul 10.30 WIT.
Kegiatan kemudian diisi dengan sesi interaktif bersama jajaran Kodam, foto bersama, serta testimoni Kepala Desa Sayoang yang menyampaikan rasa syukur dan harapan besar atas pembangunan jembatan tersebut. Seluruh rangkaian kegiatan berakhir pada pukul 12.10 WIT dalam keadaan aman dan lancar.
Kehadiran Jembatan Garuda bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi menjadi simbol konektivitas dan peningkatan kesejahteraan masyarakat desa. Infrastruktur ini diharapkan mampu memperlancar distribusi hasil pertanian serta memperkuat hubungan sosial dan ekonomi antarwilayah.
Sinergi antara TNI, pemerintah, dan masyarakat dalam pembangunan ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi adalah kunci percepatan pembangunan di daerah.(red)

















