Halsel – Warga di tiga desa di Kecamatan Kayoa Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), mengeluhkan pemadaman air bersih oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang dinilai tidak beraturan dan tanpa penjelasan.
Tiga desa yang terdampak yakni Desa Orimakurunga, Desa Laluin, dan Desa Pasir Putih. Warga dari ketiga desa tersebut melontarkan protes terhadap pelayanan PDAM Unit Kayoa Selatan yang dianggap tidak maksimal.
Salah satu warga, Fahrudin, mengungkapkan bahwa aliran air tiba-tiba berhenti tanpa adanya pemberitahuan resmi dari pihak PDAM.
“Air tiba-tiba tidak jalan selama dua hari tanpa ada penjelasan kendalanya apa,” ujar Fahrudin kepada redaksi JarumSatu melalui WhatsApp, Selasa (24/3/2026).
Ia menjelaskan, sejak Senin (23/3), pemadaman air terjadi secara total di sejumlah wilayah, termasuk Desa Orimakurunga, Desa Pasir Putih, dan Desa Laluin.
Menurutnya, kondisi ini sangat meresahkan warga, terlebih terjadi menjelang momen Hari Raya Idul Fitri, saat banyak masyarakat pulang kampung untuk berkumpul bersama keluarga.
Fahrudin pun meminta Direktur PDAM Halsel, Soleman Bobote, segera melakukan evaluasi terhadap kinerja pegawai PDAM di wilayah Kayoa Induk dan Kayoa Selatan.
“Ini momen warga pulang kampung untuk merayakan Idul Fitri. Harusnya pelayanan ditingkatkan, bukan justru air dimatikan tanpa alasan,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa jika terjadi gangguan teknis, pihak PDAM seharusnya menyampaikan informasi secara terbuka kepada masyarakat.
“Kalau ada kendala, wajib disampaikan. Jangan masyarakat dibiarkan tanpa kepastian,” tambahnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak koordinator maupun kepala unit PDAM Kayoa dan Kayoa Selatan belum berhasil dikonfirmasi untuk memberikan keterangan resmi sebagai bentuk perimbangan pemberitaan.(red)

















