Halsel.- Kami datang ke kampus ini dengan berbagai latar belakang, kemampuan, dan keterbatasan. Kami datang sebagai mahasiswa yang masih belajar memahami arah hidup. Namun para dosen menyambut kami bukan dengan tuntutan semata, melainkan dengan kesabaran, kebaikan, dan ketulusan yang tak pernah kami lupakan.
Sejak kampus ini masih bernama Sekolah Tinggi Pertanian (STP) Labuha, hingga tumbuh dan bertransformasi menjadi Universitas Nurul Hasan Bacan, para dosen tetap berdiri di garis pengabdian yang sama. Mereka setia mengajar, membimbing, dan mendidik kami—bahkan saat fasilitas terbatas dan tantangan tidak ringan.
Bagi kami, dosen bukan sekadar pengajar di ruang kelas. Mereka adalah orang tua kedua di kampus. Mereka menegur dengan kasih, membimbing dengan sabar, dan menguatkan kami saat hampir menyerah. Banyak dari kami yang terlambat memahami pelajaran, lelah oleh tugas, bahkan hampir putus asa. Namun para dosen tidak pernah lelah menunggu kami untuk bisa mengerti.
Di balik setiap kelulusan, ada doa yang tak terdengar dari para dosen. Di balik toga yang kami kenakan hari ini, ada waktu, tenaga, dan kesabaran mereka yang kami pinjam selama bertahun-tahun. Dari mereka kami belajar bahwa ilmu tidak hanya diajarkan, tetapi diwariskan dengan keteladanan.
Hari ini, saat kami berdiri sebagai lulusan, kami menyadari satu hal penting: kami tidak akan sampai di titik ini tanpa kebaikan hati para dosen. Universitas Nurul Hasan Bacan bukan hanya tempat kami menuntut ilmu, tetapi rumah yang membentuk kami menjadi manusia yang lebih dewasa, beretika, dan bertanggung jawab.
Kami ingin Universitas Nurul Hasan Bacan semakin dikenal luas oleh masyarakat. Kami ingin lebih banyak anak-anak daerah memiliki kesempatan kuliah tanpa harus jauh meninggalkan kampung halaman. Kampus ini membuktikan bahwa pendidikan berkualitas bisa tumbuh dan berkembang di Bacan, dengan dosen yang sabar, lingkungan akademik yang humanis, dan semangat membangun masa depan daerah.
Harapan kami, Universitas Nurul Hasan Bacan terus maju, terus memperkenalkan diri, dan terus membuka pintu bagi generasi muda yang ingin belajar, berjuang, dan menggapai cita-cita. Kepada para orang tua dan calon mahasiswa, kami percaya: Universitas Nurul Hasan Bacan adalah pilihan yang tepat untuk menitipkan masa depan anak-anak kita.
Untuk seluruh dosen Universitas Nurul Hasan Bacan, dari masa STP Labuha hingga hari ini—terima kasih. Kesabaran dan ketulusan Bapak dan Ibu dosen akan selalu hidup dalam langkah kami ke depan. Doa kami, semoga setiap ilmu yang Bapak dan Ibu tanamkan menjadi amal yang tak pernah terputus.”
— Semuel Ahasweros Ahiyate, S.Pi.
Alumni Universitas Nurul Hasan Bacan

















