Pantauan Lapangan: Emisi Berwarna Terlihat dari Kawasan Industri Pengolahan Nikel di Kawasi

Kamis, 27 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kawasi, Halmahera Selatan — Pantauan lapangan dari pesisir Desa Kawasi pada kamis 27/11/2025, memperlihatkan keluarnya asap berwarna merah dan putih dari sejumlah cerobong di kawasan industri pengolahan nikel yang beroperasi di wilayah tersebut. Fenomena ini terlihat jelas dari kejauhan dan menjadi perhatian karena perbedaan warna emisi yang cukup mencolok.

Secara umum, dalam industri pengolahan nikel, asap putih kerap muncul dari proses berbasis uap air atau pembakaran bahan bakar tertentu. Sementara itu, asap berwarna merah dapat berhubungan dengan partikel debu berpigmen,

Seperti oksida logam, yang dapat terangkat selama proses pengeringan atau pemanasan bijih. Namun demikian, pengamatan visual tidak dapat digunakan sebagai dasar untuk menentukan kandungan kimia atau tingkat risiko tanpa pemeriksaan teknis dan uji laboratorium oleh instansi berwenang.

Dalam konteks pengelolaan lingkungan, keberadaan emisi berwarna biasanya menjadi indikator awal untuk memastikan apakah sistem pengendalian polusi seperti Electrostatic Precipitator (ESP) atau bag filter bekerja secara optimal. Oleh karena itu, kondisi ini penting untuk mendapat perhatian regulator guna melakukan verifikasi sesuai mekanisme pengawasan yang diatur dalam perundang-undangan.

Dari sisi kesehatan lingkungan, sejumlah literatur umum menyebutkan bahwa emisi industri yang mengandung partikel halus berpotensi mempengaruhi kualitas udara apabila tidak dikelola dengan baik. Dampaknya dapat bervariasi, mulai dari iritasi pernapasan ringan hingga risiko jangka panjang. Namun, penilaian risiko kesehatan hanya dapat disimpulkan berdasarkan hasil pengukuran resmi, bukan sekadar dari tampilan visual.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak perusahaan belum memberikan penjelasan resmi terkait warna emisi maupun kondisi operasional cerobong pada saat foto diambil.

Redaksi tetap membuka ruang untuk pihak perusahaan serta instansi terkait untuk mendapatkan keterangan lebih lengkap dan membuka ruang seluas-luasnya untuk hak jawab atau klarifikasi dari semua pihak demi menjaga prinsip keberimbangan pemberitaan.” (red)

Berita Terkait

Kapolres Halsel: Penyelidikan Penembakan Guru Mengarah pada Konflik di Lingkungan Sekolah
ASN KPH Diduga Jual Tanah Topsoil ke Pulau Obi, 30 Anggota DPRD Halsel Dinilai Tutup Mata
PARADE Ingatkan Pemkab Halsel, WPR Kusubibi Kunci Kepastian Hukum dan Ekonomi Masyarakat
Dugaan Pencabulan Anak di Bawah Umur di SD Negeri 258 Halsel, Guru Berinisial J.T.P. Resmi Dilaporkan ke Polisi
Kadis Dispora Halmahera Selatan Noce Totononu Bawa Inovasi Sport Saruma ke Panggung Nasional PKN Tingkat II Angkatan IV Tahun 2026
Aktivitas PETI Kaputusang Beroperasi Terbuka, Kinerja Kapolres Halsel Jadi Catatan Merah Publik
ASN KPH Anak Buah Sherly, Fajri Ahmad, Diduga Jual 6.000 Karung Tanah Topsoil Ilegal ke Pulau Obi
Tambang Ilegal Kali Raim Diduga Kian Bebas, PARADE Minta Kapolres Bertindak Tegas

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 19:19 WIB

Kapolres Halsel: Penyelidikan Penembakan Guru Mengarah pada Konflik di Lingkungan Sekolah

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:54 WIB

ASN KPH Diduga Jual Tanah Topsoil ke Pulau Obi, 30 Anggota DPRD Halsel Dinilai Tutup Mata

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:18 WIB

PARADE Ingatkan Pemkab Halsel, WPR Kusubibi Kunci Kepastian Hukum dan Ekonomi Masyarakat

Kamis, 30 Juli 2026 - 15:14 WIB

Dugaan Pencabulan Anak di Bawah Umur di SD Negeri 258 Halsel, Guru Berinisial J.T.P. Resmi Dilaporkan ke Polisi

Rabu, 29 Juli 2026 - 13:17 WIB

Kadis Dispora Halmahera Selatan Noce Totononu Bawa Inovasi Sport Saruma ke Panggung Nasional PKN Tingkat II Angkatan IV Tahun 2026

Berita Terbaru