LABUHA — Suasana Konferensi Cabang (Konfercab) Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Bacan ke-VIII terasa hangat dan penuh semangat persaudaraan. Ruangan dipenuhi jas biru GMKI, iringan mars GMKI, serta dukungan dari berbagai organisasi gerakan.Canga Matau Senin 17/11/2025.
Turut hadir Kejaksaan Negeri Halmahera Selatan, OKP Cipayung seperti HMI, PMII, GMNI, GPM, IMM,LMND,organisasi kiri SMI (Serikat Mahasiswa Indonesia), serta organisasi kepemudaan GAMKI,dan KNPI yang semuanya memperkuat kesan bahwa forum ini menjadi rumah bersama lintas gerakan mahasiswa di Halsel.
Ketua GMKI Cabang Bacan, Jendri Nixon Pureng, mengawali forum dengan menegaskan bahwa Konfercab adalah momentum perubahan dan penguatan arah pelayanan organisasi. “Konfercab bukan sekadar rutinitas dua tahunan, tetapi ruang untuk menata ulang cara berpikir, cara melayani, dan cara berproses. GMKI harus melahirkan kader yang cerdas, peduli, dan siap mengabdi,” tegas Jendri.
Ia menyoroti tiga medan pelayanan GMKI—kampus, gereja, dan masyarakat—yang menurutnya tidak bisa dilepaskan dari dinamika sosial yang semakin kompleks. Persoalan seperti kekerasan seksual, ketidakadilan ekonomi, ketimpangan akses pendidikan, hingga isu sosial lainnya, menurut Jendri, membutuhkan respons kritis dan kerja nyata dari GMKI Bacan. “Kita harus hadir dengan gagasan, aksi, dan keberpihakan kepada masyarakat,” tambahnya.
Mewakili senior GMKI, Frans Fofoki, turut memberikan pesan penguatan agar kader GMKI tetap menjaga identitas pelayanan. Ia menegaskan pentingnya integritas, tradisi intelektual, spiritualitas, dan sikap kritis yang selama ini menjadi fondasi GMKI. “GMKI adalah rumah pembentukan karakter. Tugas kita menjaga nilai-nilai itu tetap hidup,” ujar Frans.
Memasuki agenda pembukaan resmi, Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan melalui Staf Khusus Bidang Ekonomi Halsel, Asbur Somadayo, hadir mewakili Bupati untuk membuka Konfercab. Ia menyampaikan apresiasi pemerintah terhadap konsistensi GMKI dalam menghadirkan ruang kaderisasi dan memelihara budaya kritis di tengah masyarakat.
Dalam sambutan singkatnya, Asbur menekankan bahwa pemerintah membutuhkan peran aktif mahasiswa sebagai mitra pembangunan daerah. “Energi, idealisme, dan kritik konstruktif dari mahasiswa sangat dibutuhkan. Pemerintah selalu membuka ruang kolaborasi untuk membangun SDM Halsel yang berintegritas,” ungkapnya.
Konfercab GMKI Bacan ke-VIII kemudian resmi dibuka dan berlanjut dengan agenda Dialog Bersama OKP Cipayung Pemateri dari Kejaksaan Negeri Labuha, Senior GMKI,Dan DPRD Dari Komisi II, berlanjut dengan laporan pertanggungjawaban, sidang-sidang komisi, serta pemilihan kepengurusan baru.
Forum ini diharapkan melahirkan keputusan strategis serta pemimpin yang mampu membawa GMKI Bacan lebih proaktif dalam isu sosial, kebangsaan, dan dinamika kemahasiswaan di Halmahera Selatan.(red)

















