Bel Sekolah Tak Berbunyi: Madrasah di Halsel Dipalang Gara-Gara Lahan

Senin, 17 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi Siswa Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) dan Madrasah Tsanawiyah (MTS) Al-Ikhlas Desa Kubung.| Foto JarumSatu.Com

Kondisi Siswa Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) dan Madrasah Tsanawiyah (MTS) Al-Ikhlas Desa Kubung.| Foto JarumSatu.Com

Halsel, Halmahera Selatan – Aktivitas belajar mengajar di Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) dan Madrasah Tsanawiyah (MTS) Al-Ikhlas Desa Kubung, Kecamatan Bacan Selatan, Maluku Utara, terganggu sejak dua pekan terakhir. Pasalnya, gedung sekolah tersebut dipalang oleh pemilik lahan karena pemerintah desa belum melunasi sisa pembayaran lahan sebesar Rp 38 juta.

Lahan seluas 68 × 32 meter itu merupakan milik Rahima Labahi. Lahan itu dijual dengan harga Rp 70 juta, dan pemerintah desa sebelumnya telah membayar uang muka sebesar Rp 32 juta pada tahun 2023. Namun hingga kini, sisa pembayaran Rp 38 juta belum juga dilunasi oleh Kepala Desa Kubung saat ini, Masbul Hi Muhammad.

Akibat belum adanya pelunasan, pemilik lahan memalang gedung sekolah sejak Kamis, 6 November. Hingga Senin, 17 November, palang tersebut belum juga dibuka, membuat proses belajar mengajar terpaksa berlangsung di teras sekolah.

Kepala MTS Al-Ikhlas, Rasid Difinibun, mengaku tidak dapat berbuat banyak terkait pemalangan tersebut.

“Saya sangat sedih melihat kondisi siswa-siswi harus menjadi korban dan belajar di teras sekolah selama dua minggu ini,” ujarnya.

Rasid menjelaskan bahwa pihaknya sempat mengikuti Musyawarah Desa (Musdes) terkait perencanaan program dan kegiatan tahun anggaran 2025. Dalam Musdes tersebut, anggaran pelunasan lahan sekolah sudah diakomodasi dalam APBDes Kubung. Namun, realisasinya hingga kini belum terlihat.

Anggaran sudah masuk di APBDes, tetapi belum juga direalisasikan,” tambahnya.

Melihat kondisi sekolah yang dipalang, sejumlah orang tua wali murid berharap pemerintah desa segera turun tangan melakukan mediasi. Mereka menilai bahwa masa depan anak-anak menjadi taruhan apabila masalah ini tidak segera diselesaikan.

Harusnya ada jalan alternatif dari pemerintah desa dan pemilik lahan. Anak-anak butuh keamanan dan kenyamanan belajar. Kalau begini terus, kami sangat prihatin,” keluh salah satu orang tua murid.

Di sisi lain, Kepala Desa Kubung, Masbul Hi Muhammad, memastikan akan melunasi sisa pembayaran lahan sekolah tersebut. “Kami sudah panggil pemilik lahan untuk penyelesaian, tapi mereka tidak datang. Saya juga akan laporkan pemalangan ini ke polisi karena siswa-siswi jadi korban,” tegasnya.

Masbul menegaskan bahwa pemerintah desa tidak tinggal diam atas persoalan ini.

“Lahan ini pasti akan kami lunasi. Hanya saja ada masalah yang perlu diselesaikan, dan butuh proses,” tutupnya.

Hingga berita ini diterbitkan, gedung MIS dan MTS Al-Ikhlas Kubung masih dalam keadaan dipalang, dan aktivitas belajar siswa tetap berlangsung di luar ruang kelas. (red)

Berita Terkait

Kapolres Halsel: Penyelidikan Penembakan Guru Mengarah pada Konflik di Lingkungan Sekolah
ASN KPH Diduga Jual Tanah Topsoil ke Pulau Obi, 30 Anggota DPRD Halsel Dinilai Tutup Mata
PARADE Ingatkan Pemkab Halsel, WPR Kusubibi Kunci Kepastian Hukum dan Ekonomi Masyarakat
Dugaan Pencabulan Anak di Bawah Umur di SD Negeri 258 Halsel, Guru Berinisial J.T.P. Resmi Dilaporkan ke Polisi
Kadis Dispora Halmahera Selatan Noce Totononu Bawa Inovasi Sport Saruma ke Panggung Nasional PKN Tingkat II Angkatan IV Tahun 2026
Aktivitas PETI Kaputusang Beroperasi Terbuka, Kinerja Kapolres Halsel Jadi Catatan Merah Publik
ASN KPH Anak Buah Sherly, Fajri Ahmad, Diduga Jual 6.000 Karung Tanah Topsoil Ilegal ke Pulau Obi
Tambang Ilegal Kali Raim Diduga Kian Bebas, PARADE Minta Kapolres Bertindak Tegas

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 19:19 WIB

Kapolres Halsel: Penyelidikan Penembakan Guru Mengarah pada Konflik di Lingkungan Sekolah

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:54 WIB

ASN KPH Diduga Jual Tanah Topsoil ke Pulau Obi, 30 Anggota DPRD Halsel Dinilai Tutup Mata

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:18 WIB

PARADE Ingatkan Pemkab Halsel, WPR Kusubibi Kunci Kepastian Hukum dan Ekonomi Masyarakat

Kamis, 30 Juli 2026 - 15:14 WIB

Dugaan Pencabulan Anak di Bawah Umur di SD Negeri 258 Halsel, Guru Berinisial J.T.P. Resmi Dilaporkan ke Polisi

Rabu, 29 Juli 2026 - 13:17 WIB

Kadis Dispora Halmahera Selatan Noce Totononu Bawa Inovasi Sport Saruma ke Panggung Nasional PKN Tingkat II Angkatan IV Tahun 2026

Berita Terbaru