Tapanuli Selatan — PC Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi, Pertambangan (FSP KEP SPSI) Kabupaten Tapanuli Selatan melayangkan protes keras kepada PT Macmahon—kontraktor Tambang Emas Martabe—atas dugaan tidak dipenuhinya komitmen perekrutan tenaga kerja lokal Batangtoru. Serikat juga menyoroti adanya indikasi kejanggalan dalam proses seleksi yang berlangsung hingga tahap training pada Sabtu (15/11).
Komitmen 70% Tenaga Lokal Menyusut Menjadi 25%
Sekretaris PC FSP KEP SPSI Tapsel, Rahmad Taufiq Dalimunthe (Taufiq), menyebut bahwa PT Macmahon sebelumnya menyampaikan komitmen untuk merekrut 70% tenaga kerja dari Batangtoru. Namun, hasil seleksi terbaru dinilai jauh dari kesepakatan itu.
Informasi tersebut diperoleh dari Parlindungan Siregar, salah satu peserta seleksi yang mengikuti seluruh tahapan. Ia melaporkan bahwa dari empat peserta yang diterima, komposisinya adalah:
• orang dari Batangtoru
• orang dari Gambir
• orang dari Pinangsori
Dengan demikian, keterwakilan tenaga kerja Batangtoru hanya mencapai 25%, jauh di bawah komitmen awal.
Indikasi Pengkondisian dalam Sesi Training
Parlindungan juga menyampaikan adanya perlakuan yang berbeda terhadap beberapa peserta sejak sesi training. Ia menilai sejumlah peserta tampak telah diarahkan atau diutamakan, sehingga menimbulkan dugaan bahwa hasil seleksi telah dikondisikan.
Taufiq menilai temuan tersebut sebagai sinyal adanya proses yang tidak sepenuhnya transparan.
Bukan hanya komposisinya yang melenceng dari komitmen, tetapi ada tanda-tanda kejanggalan dalam proses training. Jika benar demikian, ini merugikan pencari kerja dari Batangtoru,” tegas Taufiq.
Menurutnya, perusahaan seharusnya memprioritaskan tenaga kerja lokal agar perputaran ekonomi di Batangtoru tetap terjaga.
Serikat Akan Mengawal: Menuntut Klarifikasi Resmi
FSP KEP SPSI Tapsel menyampaikan tiga tuntutan kepada PT Macmahon:
• Memberikan klarifikasi resmi atas dugaan tidak dipenuhinya komitmen rekrutmen lokal.
• Melakukan evaluasi dan investigasi ulang terhadap seluruh proses seleksi, termasuk sesi training.
• Mengembalikan prioritas 70% tenaga kerja Batangtoru untuk rekrutmen berikutnya.
Jika tidak ada perbaikan, Taufiq memastikan bahwa serikat siap menempuh langkah tegas demi memperjuangkan hak masyarakat lokal.(red)

















