Privasi Pasien Dilanggar, DPRD Desak Bupati Copot Faidja

Kamis, 2 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

Oplus_16908288

HALSEL – Bocornya data medis pasien di Puskesmas Gandasuli mengguncang kepercayaan publik terhadap layanan kesehatan di Halmahera Selatan. Peristiwa ini dinilai bukan sekadar kelalaian teknis, tetapi pelanggaran serius terhadap hak privasi warga yang mestinya dijaga dengan ketat.

Sekretaris Komisi I DPRD Halsel, Henry Romington Karafe, menyebut kasus ini sebagai bukti kegagalan kepemimpinan Kepala Puskesmas Gandasuli, Faidja, S.ST. Ia menegaskan, privasi pasien adalah hak fundamental yang tidak boleh digadaikan dengan alasan apapun. “Kepala puskesmas harus bertanggung jawab penuh. Bupati tidak boleh menutup mata, apalagi melindungi kelalaian seperti ini,” tegasnya.

Henry mendesak Bupati Halsel segera mencopot Faidja dari jabatannya. Menurutnya, membiarkan pimpinan puskesmas tetap duduk setelah peristiwa memalukan ini hanya akan memperburuk citra pemerintah daerah. “Kalau data medis saja tidak bisa dijaga, berarti kepemimpinan gagal total. Sanksi tegas berupa pencopotan adalah harga mati,” ujarnya.

Kasus kebocoran data Gandasuli, kata Henry, adalah alarm keras tentang rapuhnya tata kelola layanan kesehatan di daerah. Ia menilai, jika bupati tidak berani bertindak, artinya pemerintah daerah ikut melegitimasi bobroknya sistem perlindungan data pasien. “Jangan biarkan rakyat kehilangan kepercayaan pada pelayanan medis hanya karena seorang kepala puskesmas tidak becus,” katanya menambahkan.

 

Masyarakat pun kini menanti ketegasan pemerintah. Tanpa sanksi nyata, kasus Gandasuli akan menjadi preseden buruk, seolah-olah data pribadi warga bisa dipermainkan begitu saja. Situasi ini, selain mencederai martabat profesi medis, juga merusak reputasi Pemkab Halsel di mata publik.

Bola kini ada di tangan Bupati Halmahera Selatan. Diam berarti membiarkan pelanggaran privasi menjadi budaya, tetapi bertindak tegas dengan mencopot pimpinan Puskesmas Gandasuli berarti menyelamatkan kehormatan pelayanan kesehatan di daerah.(red)

Berita Terkait

Kapolres Halsel: Penyelidikan Penembakan Guru Mengarah pada Konflik di Lingkungan Sekolah
ASN KPH Diduga Jual Tanah Topsoil ke Pulau Obi, 30 Anggota DPRD Halsel Dinilai Tutup Mata
PARADE Ingatkan Pemkab Halsel, WPR Kusubibi Kunci Kepastian Hukum dan Ekonomi Masyarakat
Dugaan Pencabulan Anak di Bawah Umur di SD Negeri 258 Halsel, Guru Berinisial J.T.P. Resmi Dilaporkan ke Polisi
Kadis Dispora Halmahera Selatan Noce Totononu Bawa Inovasi Sport Saruma ke Panggung Nasional PKN Tingkat II Angkatan IV Tahun 2026
Aktivitas PETI Kaputusang Beroperasi Terbuka, Kinerja Kapolres Halsel Jadi Catatan Merah Publik
ASN KPH Anak Buah Sherly, Fajri Ahmad, Diduga Jual 6.000 Karung Tanah Topsoil Ilegal ke Pulau Obi
Tambang Ilegal Kali Raim Diduga Kian Bebas, PARADE Minta Kapolres Bertindak Tegas

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 19:19 WIB

Kapolres Halsel: Penyelidikan Penembakan Guru Mengarah pada Konflik di Lingkungan Sekolah

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:54 WIB

ASN KPH Diduga Jual Tanah Topsoil ke Pulau Obi, 30 Anggota DPRD Halsel Dinilai Tutup Mata

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:18 WIB

PARADE Ingatkan Pemkab Halsel, WPR Kusubibi Kunci Kepastian Hukum dan Ekonomi Masyarakat

Kamis, 30 Juli 2026 - 15:14 WIB

Dugaan Pencabulan Anak di Bawah Umur di SD Negeri 258 Halsel, Guru Berinisial J.T.P. Resmi Dilaporkan ke Polisi

Rabu, 29 Juli 2026 - 13:17 WIB

Kadis Dispora Halmahera Selatan Noce Totononu Bawa Inovasi Sport Saruma ke Panggung Nasional PKN Tingkat II Angkatan IV Tahun 2026

Berita Terbaru