Kebocoran Data Medis di Puskesmas Gandasuli: DPRD Halsel Minta Bupati Tindak Tegas Kapus Faidja

Rabu, 1 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

Oplus_16908288

HALSEL – Bocornya data medis pasien di Puskesmas Gandasuli kian menjadi sorotan. Peristiwa yang merusak kredibilitas layanan kesehatan itu dinilai sebagai kelalaian serius. Kepala Puskesmas Gandasuli, Faidja, S.ST, disebut tidak bisa lepas dari tanggung jawab dan harus menanggung konsekuensi atas peristiwa memalukan ini.

Sekretaris Komisi I DPRD Halmahera Selatan, Henry Romington Karafe, menegaskan kebocoran data pasien bukan sekadar kekhilafan teknis, melainkan pelanggaran hak privasi masyarakat yang tak bisa ditoleransi.

“Ini bukan urusan sepele. Data medis adalah informasi yang sangat sensitif. Jika bocor, berarti kepercayaan publik runtuh. Kepala puskesmas harus bertanggung jawab penuh, tidak bisa berlindung dengan alasan apa pun,” tegas Henry.

Henry mendesak Bupati Halmahera Selatan untuk segera mengevaluasi pimpinan Puskesmas Gandasuli. “Bupati tidak boleh diam. Jika dibiarkan, berarti pemerintah daerah ikut menutup mata terhadap buruknya tata kelola pelayanan kesehatan,” ujarnya.

Masyarakat kini menanti langkah tegas pemerintah daerah. Tanpa sanksi yang jelas, kasus ini akan menjadi preseden buruk—seolah-olah privasi warga bisa diabaikan begitu saja.

Kasus kebocoran data medis di Gandasuli adalah peringatan keras: lemahnya pengawasan dan tanggung jawab pimpinan fasilitas kesehatan tidak hanya merusak martabat profesi medis, tetapi juga menghancurkan kepercayaan rakyat terhadap pemerintah.(red)

Berita Terkait

Kapolres Halsel: Penyelidikan Penembakan Guru Mengarah pada Konflik di Lingkungan Sekolah
ASN KPH Diduga Jual Tanah Topsoil ke Pulau Obi, 30 Anggota DPRD Halsel Dinilai Tutup Mata
PARADE Ingatkan Pemkab Halsel, WPR Kusubibi Kunci Kepastian Hukum dan Ekonomi Masyarakat
Dugaan Pencabulan Anak di Bawah Umur di SD Negeri 258 Halsel, Guru Berinisial J.T.P. Resmi Dilaporkan ke Polisi
Kadis Dispora Halmahera Selatan Noce Totononu Bawa Inovasi Sport Saruma ke Panggung Nasional PKN Tingkat II Angkatan IV Tahun 2026
Aktivitas PETI Kaputusang Beroperasi Terbuka, Kinerja Kapolres Halsel Jadi Catatan Merah Publik
ASN KPH Anak Buah Sherly, Fajri Ahmad, Diduga Jual 6.000 Karung Tanah Topsoil Ilegal ke Pulau Obi
Tambang Ilegal Kali Raim Diduga Kian Bebas, PARADE Minta Kapolres Bertindak Tegas

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 19:19 WIB

Kapolres Halsel: Penyelidikan Penembakan Guru Mengarah pada Konflik di Lingkungan Sekolah

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:54 WIB

ASN KPH Diduga Jual Tanah Topsoil ke Pulau Obi, 30 Anggota DPRD Halsel Dinilai Tutup Mata

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:18 WIB

PARADE Ingatkan Pemkab Halsel, WPR Kusubibi Kunci Kepastian Hukum dan Ekonomi Masyarakat

Kamis, 30 Juli 2026 - 15:14 WIB

Dugaan Pencabulan Anak di Bawah Umur di SD Negeri 258 Halsel, Guru Berinisial J.T.P. Resmi Dilaporkan ke Polisi

Rabu, 29 Juli 2026 - 13:17 WIB

Kadis Dispora Halmahera Selatan Noce Totononu Bawa Inovasi Sport Saruma ke Panggung Nasional PKN Tingkat II Angkatan IV Tahun 2026

Berita Terbaru