HALSEL – Bocornya data medis pasien di Puskesmas Gandasuli kian menjadi sorotan. Peristiwa yang merusak kredibilitas layanan kesehatan itu dinilai sebagai kelalaian serius. Kepala Puskesmas Gandasuli, Faidja, S.ST, disebut tidak bisa lepas dari tanggung jawab dan harus menanggung konsekuensi atas peristiwa memalukan ini.
Sekretaris Komisi I DPRD Halmahera Selatan, Henry Romington Karafe, menegaskan kebocoran data pasien bukan sekadar kekhilafan teknis, melainkan pelanggaran hak privasi masyarakat yang tak bisa ditoleransi.
“Ini bukan urusan sepele. Data medis adalah informasi yang sangat sensitif. Jika bocor, berarti kepercayaan publik runtuh. Kepala puskesmas harus bertanggung jawab penuh, tidak bisa berlindung dengan alasan apa pun,” tegas Henry.
Henry mendesak Bupati Halmahera Selatan untuk segera mengevaluasi pimpinan Puskesmas Gandasuli. “Bupati tidak boleh diam. Jika dibiarkan, berarti pemerintah daerah ikut menutup mata terhadap buruknya tata kelola pelayanan kesehatan,” ujarnya.
Masyarakat kini menanti langkah tegas pemerintah daerah. Tanpa sanksi yang jelas, kasus ini akan menjadi preseden buruk—seolah-olah privasi warga bisa diabaikan begitu saja.
Kasus kebocoran data medis di Gandasuli adalah peringatan keras: lemahnya pengawasan dan tanggung jawab pimpinan fasilitas kesehatan tidak hanya merusak martabat profesi medis, tetapi juga menghancurkan kepercayaan rakyat terhadap pemerintah.(red)

















