Diduga Keracunan, 10 Siswa SMP Unggulan Sarumah Tumbang Usai Sarapan Kantin

Senin, 15 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

Oplus_16908288

HALSEL – Sebanyak 10 siswa SMP Negeri Unggulan Sarumah, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara, dilarikan ke Puskesmas Labuha pada Senin pagi (15/9/2025) setelah mengalami gejala yang diduga kuat akibat keracunan makanan.

Informasi yang dihimpun, para siswa mengeluhkan sakit perut, mual, muntah, hingga pusing usai menyantap sarapan dari kantin sekolah yang berisi nasi, sayur waluh (labu kuning), dan nugget.

Wakil Kepala Sekolah SMP Negeri Unggulan Sarumah, Fitriyeni, S.Pd., membenarkan insiden tersebut.Yang sakit memang ada 10 orang, tapi jumlah pasti yang mengalami gejala belum bisa saya pastikan karena saya baru keluar dari kelas,” ujarnya saat ditemui di sekolah.

Meski dugaan awal mengarah pada makanan dari kantin, pihak sekolah belum berani menyimpulkan penyebab pasti.

Kalau memang dari kantin, mestinya semua siswa sakit. Saya dan anak saya juga sarapan di kantin, tapi tidak mengalami apa-apa,” terang Fitriyeni.

Puskesmas Labuha sendiri telah mengambil sampel makanan untuk diperiksa di laboratorium. Namun, hingga berita ini diturunkan, hasil uji laboratorium belum dirilis secara resmi.

Fitriyeni menegaskan pihak sekolah akan memperketat pengawasan terhadap pengelola kantin.Kami berharap makanan ke depan lebih steril dan higienis. Ini jadi pelajaran penting karena sekolah kami baru berjalan di tahun pertama dengan jumlah siswa 101 orang,” pungkasnya.

Sementara itu, pihak Puskesmas Labuha masih bungkam soal penyebab keracunan. Media ini masih berupaya melakukan konfirmasi resmi terkait hasil pemeriksaan sampel makanan.(red)

Berita Terkait

Kapolres Halsel: Penyelidikan Penembakan Guru Mengarah pada Konflik di Lingkungan Sekolah
ASN KPH Diduga Jual Tanah Topsoil ke Pulau Obi, 30 Anggota DPRD Halsel Dinilai Tutup Mata
PARADE Ingatkan Pemkab Halsel, WPR Kusubibi Kunci Kepastian Hukum dan Ekonomi Masyarakat
Dugaan Pencabulan Anak di Bawah Umur di SD Negeri 258 Halsel, Guru Berinisial J.T.P. Resmi Dilaporkan ke Polisi
Kadis Dispora Halmahera Selatan Noce Totononu Bawa Inovasi Sport Saruma ke Panggung Nasional PKN Tingkat II Angkatan IV Tahun 2026
Aktivitas PETI Kaputusang Beroperasi Terbuka, Kinerja Kapolres Halsel Jadi Catatan Merah Publik
ASN KPH Anak Buah Sherly, Fajri Ahmad, Diduga Jual 6.000 Karung Tanah Topsoil Ilegal ke Pulau Obi
Tambang Ilegal Kali Raim Diduga Kian Bebas, PARADE Minta Kapolres Bertindak Tegas

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 19:19 WIB

Kapolres Halsel: Penyelidikan Penembakan Guru Mengarah pada Konflik di Lingkungan Sekolah

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:54 WIB

ASN KPH Diduga Jual Tanah Topsoil ke Pulau Obi, 30 Anggota DPRD Halsel Dinilai Tutup Mata

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:18 WIB

PARADE Ingatkan Pemkab Halsel, WPR Kusubibi Kunci Kepastian Hukum dan Ekonomi Masyarakat

Kamis, 30 Juli 2026 - 15:14 WIB

Dugaan Pencabulan Anak di Bawah Umur di SD Negeri 258 Halsel, Guru Berinisial J.T.P. Resmi Dilaporkan ke Polisi

Rabu, 29 Juli 2026 - 13:17 WIB

Kadis Dispora Halmahera Selatan Noce Totononu Bawa Inovasi Sport Saruma ke Panggung Nasional PKN Tingkat II Angkatan IV Tahun 2026

Berita Terbaru