BACAN, JS – Debat publik para Calon Bupati dan Wakil Bupati Halmahera Selatan berlangsung dinamis pada Rabu malam (30/10/2024) di aula Kantor Bupati Halsel.
Dalam debat bertema “Pengelolaan Sumber Daya Alam yang Berkelanjutan,” keempat pasangan calon memaparkan strategi mereka dalam mengatasi perubahan iklim dan dampak eksploitasi sumber daya alam yang berdampak pada lingkungan dan masyarakat Halsel.
Debat dimulai dengan pertanyaan mengenai strategi para calon dalam mengatasi kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh eksploitasi sumber daya alam, yang berpotensi meningkatkan frekuensi bencana alam seperti banjir dan longsor.
Pada sesi ini menjadi gambaran visi dan komitmen para kandidat dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Halmahera Selatan.
Menanggapi hal tersebut, Calon Nomor Urut 4: Jasri Usman – Muhlis Jafar, menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya alam dengan cara yang bijak dan berkelanjutan. Ia menyampaikan bahwa kelestarian lingkungan merupakan kebutuhan jangka panjang untuk generasi mendatang, sehingga eksploitasi berlebihan harus dihindari.
“Kami akan membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga ekosistem, termasuk melindungi hutan mangrove dan terumbu karang yang menjadi bagian penting di daerah pesisir Halsel,” ujar Jasri. Ia juga menegaskan akan melakukan tindakan tegas terhadap kegiatan perusakan ekosistem, seperti pengeboman ikan dan pembalakan liar.
Jasri menyatakan bahwa pihaknya akan membatasi penggunaan alat tangkap yang merusak lingkungan dan mendorong alat tangkap yang ramah lingkungan.
“Selain menjaga keseimbangan ekosistem, kami akan mengembangkan ekowisata di daerah pesisir sebagai langkah meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Kemudian itu, Calon Nomor Urut 1: Bahrain Umar – UHS, menyatakan bahwa programnya akan selaras dengan kebijakan pemerintah pusat, terutama terkait proyek strategis nasional di Pulau Obi. Fokus utamanya adalah pembangunan infrastruktur penunjang, seperti jalan dan jembatan lingkar tambang, yang diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan wilayah tersebut.
Selain itu, pasangan ini juga berkomitmen untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan, terutama bagi tenaga kerja lokal.
“Kami akan mendorong kerjasama antara perusahaan dan UMKM lokal, khususnya di bidang pertanian dan perikanan, untuk memperkuat ekonomi masyarakat Halmahera Selatan,” ungkap Bahrain.
Sementara itu, Calon Nomor Urut 2: Rusihan-Muhtar, mengusung visi pengelolaan sumber daya alam secara bijak. Menurutnya, pengelolaan yang berkelanjutan adalah kunci untuk menjaga keberlanjutan sumber daya bagi generasi mendatang.
Ia juga menyoroti pentingnya regulasi ketat terhadap industri ekstraktif guna mencegah kerusakan lingkungan. “Kami juga akan menginisiasi program rehabilitasi lahan dan hutan kritis untuk memastikan keberlanjutan ekosistem di Halsel,” tegas Rusihan.
Lebih lanjut Calon Nomor Urut 3: Bassam Kasuba, menggarisbawahi perlunya kolaborasi antara semua pihak, mulai dari pemerintah pusat hingga masyarakat lokal, dalam menangani perubahan iklim. Ia menekankan bahwa pengelolaan sumber daya alam di Halsel melibatkan kewenangan berbagai tingkatan pemerintahan yang harus bekerja bersama.
Bassam menyoroti bahwa kerusakan hutan, terutama akibat pembalakan liar, menjadi salah satu penyebab utama bencana banjir di beberapa wilayah Halsel.
“Kami akan melakukan pemetaan menyeluruh untuk mengidentifikasi wilayah yang rawan bencana dan menyiapkan strategi penanggulangan yang komprehensif,” ujar Bassam.
Ia juga menekankan perlunya normalisasi sungai di wilayah seperti Gane Timur, yang akan melibatkan kerjasama antara pemerintah provinsi dan kabupaten. “Dengan kolaborasi yang baik, kita bisa memastikan bahwa kebutuhan masyarakat terpenuhi, dan wilayah Halsel dapat lebih siap menghadapi ancaman bencana,” tambahnya. (Red)

















