BACAN, JS – Dalam Debat Publik para Calon Bupati dan Wakil Bupati Halmahera Selatan yang berlangsung di aula kantor bupati pada Rabu malam (30/10/2024), para kandidat diberi kesempatan untuk memaparkan strategi mereka dalam membangun infrastruktur pelabuhan guna menunjang perekonomian daerah selama lima tahun ke depan.
Pada sesi debat dengan subtema “Optimalisasi Infrastruktur Pelabuhan,” moderator membuka diskusi dengan pertanyaan tentang langkah konkret yang akan dilakukan para calon untuk modernisasi pelabuhan, peningkatan teknologi, dan penguatan akses transportasi guna mendukung sektor agromaritim di Halmahera Selatan.
Sehingga, Debat publik ini memberikan gambaran nyata mengenai pandangan dan program konkret para calon bupati dalam mengatasi permasalahan infrastruktur pelabuhan di Halmahera Selatan. Pembangunan dan peningkatan pelabuhan diharapkan dapat menggerakkan sektor agromaritim dan perekonomian lokal yang lebih baik di masa mendatang.
Menjawab pertanyaan tersebut, Calon Bupati Nomor Urut 3, Bassam Kasuba, menjelaskan bhwa potensi agromaritim Halsel sangat besar, terutama di bidang perikanan dan pertanian. Namun, ia menyoroti kendala utama yang dihadapi, yaitu akses jalan yang terbatas menuju pelabuhan.
Menurut Bassam, beberapa pelabuhan yang sudah ada perlu didukung dengan akses yang lebih baik dari ibu kota kecamatan.
“Kita harus memastikan jalan dari Kasirua Barat ke Kasiruta Timur terhubung untuk memperlancar akses ke pelabuhan-pelabuhan seperti Palamea dan Lelojaya.
Selain itu, Kata Bassam akses dari Yaba yang membuka jalur ke Ternate, Makian, dan Kayoaa perlu direvitalisasi. Dengan infrastruktur jalan yang memadai, distribusi hasil pangan akan lebih lancar,” papar Bassam Kasuba
Usai Bassam yg menjawab pertanyaan itu, Calon Bupati Nomor Urut 4, Jasri Usman, bersama wakilnya Muhlis Jafar, berfokus pada pentingnya kelengkapan fasilitas pelabuhan untuk memperlancar arus barang keluar masuk.
Mantan Walikota Ternate itu menyoroti bahwa sebagian besar pelabuhan yang ada belum berfungsi maksimal karena kurangnya fasilitas pendukung.
“Bagi kami, dermaga harus dilengkapi dengan sarana-sarana seperti SPBU, air bersih, tempat parkir, dan fasilitas pendukung lainnya. Selain itu, UMKM di sekitar pelabuhan perlu diaktifkan untuk mendukung perekonomian lokal,” ujarnya.
Jasri berharap bahwa dengan fasilitas yang lebih baik, pelabuhan dapat memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat.
Sementara itu, Calon Bupati Nomor Urut 1, Bahrain Kasuba, dalam menjawab petanyaan tersebut menyatakan pentingnya membangun dan membuka akses pelabuhan untuk mendukung distribusi hasil pertanian dan perikanan.
Mantan Bupati Halsel Satu Periode itu juga mengklaim bahwa di bawah kepemimpinannya sebelumnya, telah dibuka akses jalan dari Kasiruta Barat ke Kasiruta timur. Dimana Pelabuhan tersebut untuk memudahkan akses masyarakat.
“Kami sudah membangun pelabuhan di beberapa kecamatan sebagai persiapan tol laut. Insya Allah, jika terpilih lagi, kami akan meningkatkan infrastruktur pelabuhan yang ada agar lebih mudah diakses dan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat,” ucap Bahrain.
Lebih lanjut, Calon Bupati Nomor Urut 2, Rusihan Jafar, ketika menjawab pertanyaan tersebut, Cian sapaan Akrab Rusihan ini menekankan bahwa infrastruktur pelabuhan yang optimal adalah kunci utama perekonomian daerah.
Menurutnya, peningkatan konektivitas antarwilayah merupakan langkah strategis untuk menurunkan biaya distribusi barang.
“Pelabuhan yang ada harus dihubungkan dengan daerah-daerah seperti Bacan, Makian Kayoa, Gane, dan Obi agar distribusi barang tidak lagi melalui Ternate yang menyebabkan harga barang mahal. Karena kenapa tidak jika jalur langsung dari Bitung ke wilayah-wilayah ini perlu dibuka agar harga barang di Halsel lebih terjangkau,” jelas Rusihan. (Red)

















