BACAN, JS – Debat Publik Perdana Pemilihan Kepala Daerah Halmahera Selatan 2024 yang digelar oleh KPU Halsel menampilkan pemaparan visi dan misi dari empat pasangan calon bupati dan wakil bupati.
Dalam kesempatan ini, masing-masing calon memaparkan visi mereka untuk membawa Halmahera Selatan menuju masa depan yang lebih baik. Berikut adalah uraian visi dan misi dari setiap pasangan calon.
1. Bahrain-Umar: Halmahera Selatan sebagai Kabupaten Kepulauan yang Berdaya Saing, Maju, dan Sejahtera
Pasangan nomor urut satu, Bahrain-Umar, memaparkan visi untuk menjadikan Halmahera Selatan sebagai kabupaten kepulauan yang berdaya saing, maju, dan sejahtera. Dalam mewujudkan visi ini, mereka mengusung beberapa misi utama.
Misi pertama adalah mempercepat pembangunan infrastruktur berbasis kepulauan dengan pendekatan mitigasi bencana. Hal ini bertujuan agar Halmahera Selatan memiliki infrastruktur yang tangguh dalam menghadapi bencana alam.
Misi kedua, meningkatkan dan memberdayakan potensi sumber daya manusia (SDM) yang sehat, cerdas, berintegritas, dan berdaya saing. Mereka percaya bahwa kualitas SDM adalah kunci untuk kemajuan daerah.
Selanjutnya, Bahrain-Umar juga berfokus pada peningkatan pertumbuhan ekonomi berbasis sumber daya alam, serta percepatan pembangunan pariwisata dan olahraga melalui akselerasi sosial dan budaya. Pasangan ini juga mendorong tata kelola pemerintahan yang profesional, bersih, dan adil demi mewujudkan Halmahera Selatan yang sejahtera.
2. Rusihan-Muhtar: 12 Langkah Menuju Halmahera Selatan Hebat
Pasangan calon nomor urut dua, Rusihan-Muhtar, memaparkan visi mereka yang terangkum dalam akronim “HEBAT” – Harmoni dalam Keberagaman, Ekonomi Berkelanjutan, Terdaulat di Laut, Agrikultur Mandiri, dan Transparansi Birokrasi. Mereka memperkenalkan 12 Langkah Menuju Halmahera Selatan Hebat, yang menjadi panduan mereka dalam lima tahun ke depan.
Langkah pertama adalah memberikan kesehatan dan pendidikan gratis, termasuk menggratiskan biaya SPP bagi mahasiswa asal Halmahera Selatan. Selain itu, pasangan ini menekankan pentingnya peningkatan keterampilan masyarakat melalui inovasi dan digitalisasi.
Rusihan-Muhtar juga berkomitmen untuk memberikan bantuan kebutuhan dasar bagi masyarakat yang kurang mampu, serta mendukung keadilan dan kemakmuran bagi petani, nelayan, dan pegawai negeri. Pembangunan infrastruktur dan fasilitas keagamaan seperti masjid, gereja, pasar, dan transportasi antar-pulau juga menjadi salah satu prioritas mereka.
Mereka menambahkan, alokasi dana khusus sebesar Rp25 miliar per tahun akan disediakan untuk Kesultanan Bacan, serta Rp5 miliar untuk kegiatan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) di Halmahera Selatan.
3. Bassam-Helmi: Senyum Halmahera Selatan yang Adil dan Berkelanjutan
Pasangan calon nomor urut tiga, Bassam-Helmi, mengusung visi Mewujudkan Senyum Halmahera Selatan yang Adil, Pemaju, dan Berkelanjutan Berbasis Agro-Maritim dalam Inggiesa Rumah Penuh Berkah. Visi ini diikuti oleh lima misi yang disebut Panca Transformasi Senyum, yaitu lima langkah transformasi untuk membangun Halmahera Selatan.
Misi pertama, Transformasi Senyum Unggul Berdaya, bertujuan untuk meningkatkan kualitas SDM Halmahera Selatan agar sehat, cerdas, dan berdaya saing. Transformasi ekonomi juga menjadi fokus mereka melalui Transformasi Senyum Produktif Sejahtera, dengan memberdayakan sektor agro-maritim, digital, dan ekonomi kreatif.
Bassam-Helmi menegaskan komitmennya pada tata kelola pemerintahan yang profesional dan berintegritas melalui Transformasi Senyum Rumah Bernilai. Selain itu, mereka berfokus pada ketahanan daerah yang tangguh serta pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan dan ramah lingkungan berbasis kepulauan.
4. Jasri-Muhlis: Halsel Juara – Menuju Daerah yang Bermartabat dan Sejahtera
Pasangan nomor urut empat, Jasri-Muhlis, hadir dengan tagline Halsel Juara, yang mengusung visi Mewujudkan Halmahera Selatan yang Bermartabat dan Sejahtera. Visi ini diikuti oleh lima misi yang menjadi acuan pembangunan mereka selama lima tahun ke depan.
Misi pertama mereka adalah meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik dan pelayanan publik berkualitas. Pemerintah akan beroperasi dengan prinsip kejujuran, keadilan, dan profesionalisme, serta menjunjung tinggi anti-korupsi, kolusi, dan nepotisme.
Jasri-Muhlis juga berfokus pada pengembangan ekonomi inklusif berbasis sumber daya lokal, seperti pertanian, perikanan, dan ekonomi kreatif. Selain itu, mereka berkomitmen untuk menyediakan infrastruktur dasar yang merata di seluruh wilayah Halmahera Selatan, serta membangun infrastruktur wilayah sebagai penunjang ekonomi kerakyatan.
Pasangan ini juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas SDM melalui layanan pendidikan, kesehatan, dan sosial yang lebih baik, demi menciptakan masyarakat Halmahera Selatan yang berdaya saing tinggi. (Red)

















