BACAN, JS – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Halmahera Selatan menggelar debat publik bagi para calon Bupati dan Wakil Bupati sebagai forum untuk menyampaikan visi, misi, dan program kerja. Debat ini berlangsung di Aula Kantor Bupati pada Rabu malam (30/10/2024) dengan tema khusus “Strategi dan Rencana Pembangunan Budaya Lokal.”
Para kandidat memberikan pandangan mereka mengenai strategi pelestarian budaya Kesultanan Bacan, yng dinilai kurang mendapatkan perhatian pemerintah daerah selamaini.
Dalam debat ini, calon Bupati nomor urut dua, Rusiha Jafar, mengemukakan rencananya untuk menyetarakan posisi Kesultanan Bacan dengan pemerintah daerah melalui alokasi anggaran sebesar Rp25 miliar per tahun guna mendukung pelestarian adat dn budaya setempat.
“Kami berkomitmen untuk mengembangkan Festival Budaya Marabose ke tingkat nasional. Harapannya, dengan dukungan ini, adat dan budaya lokal tetap terjaga dan berkembang,” ujar Rusiha.
Selanjutnya, calon Bupati nomor urut tiga, Bassam Kasuba, menggarisbawahi pentingnya peran Kesultanan Bacan dalam sejarah Halse.
Pasangan Bassam-Helmi bertekad untuk memperluas Festival Marabose yang sudah berlangsung beberapa kali dan meningkatkan infrastruktur di lokasi-lokasi festival.
“Kami juga merencanakan revitalisasi kedaton Kesultanan Bacan sebagai ikon budaya di masa depan,” tegas Bassam.
Kemudian Calon Bupati nomor urut empat, Jasri Usman, menyoroti pentingnya pendidikan dalam melestarikan budaya Kesultanan Bacan. Ia berencana memasukkan kurikulum nilai-nilai budaya Kesultanan Bacan ke dalam pembelajaran di tingkat SD dan SMP.
“Dengan begitu, generasi muda dapat lebih mengenal dan menghayati budaya leluhur yang selama ini kurang berkembang,” ucap Jasri.
Sementara itu, calon Bupati nomor urut satu, Bahrain Kasuba, menyebutkan bahwa Kesultanan Bacan adlah aset yang harus diprioritaskan dalam pengembangan budaya.
Pasangan Bahrain Kasuba dan Umar Hi. Soleman (BK-UHS) merencanakan anggaran sekitar Rp30 miliar per tahun untuk pembangunan gedung kebudayaan serta mendorong peraturan daerah yg melindungi budaya lokal.
“Kami juga akan menyelenggarakan event kebudayaan dan mendukung pengembangan keraton Kesultanan Bacan,” ungkap Bahrain.
Para kandidat menyampaikan komitmen mereka untuk mengangkat budaya lokal Kesultanan Bacan melalui berbagai program strategis yang diharapkan dapat membawa perubahan positif bagi pelestarian budaya di Halmahera Selatan. (Red)

















