LABUHA JS – Menanggapi isi pemberitaan media ini sebelumnya, terkait dugaan insiden penganiayaan di dalam mobil RS sebagai Kepala Desa di Kecamatan Kayaoa Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara
RS saat dihibungi wartawan memberikan keterangan terkait sebuah insiden yang terjadi setelah kunjungannya ke Kafe Fortuna, sekitar pukul 3 sore. Menurut penjelasannya, insiden ini melibatkan dirinya dan sang istri (Rauda), yang ikut serta secara tak terduga saat dirinya mengunjungi kafe atas permintaan seorang kerabatnya.
Lakosi: Cafe Fortuna Jam 3 Sore
Menurut keterangannya, Saat tiba di Kafe Fortuna, RS menyadari bahwa tidak ada orang di lokasi yang ia tuju. Ketika keluar dari kafe, ia melihat istrinya yang mengikutinya dari belakang. Istrinya, yang tampaknya mencurigai sesuatu, telah meninggalkan motornya dan memilih masuk ke dalam mobil bersama suaminya.
Di dalam mobil, suasana memanas. Sang istri diduga mulai merespons emosional dengan memukul beberapa bagian dalam mobil, termasuk layar sound system, hingga rusak. RS mengklaim bahwa selama insiden tersebut, ia tidak melakukan kekerasan fisik terhadap istrinya. “Saya hanya berusaha membela diri saat dia hendak memukul saya,” ujarnya.
Menurutnya, salah satu upayanya untuk menenangkan situasi justru menyebabkan tangan suami menyentuh hidung istri, yang berakibat pada pendarahan. “Jadi ceritanya seperti itu. Kalau dibilang saya pukul, saya tidak pukul,” jelasnya.
Lebih lanjut, RS menegaskan bahwa ia hanya berusaha melindungi dirinya dari serangan yang terjadi di dalam mobil.
Ia mengungkapkan bahwa sebelum kejadian tersebut, telah ada masalah yang berkepanjangan dalam hubungan mereka. Ia menegaskan, “Sebelum kejadian tadi, sudah ada masalah di belakang hari terkait dengan rumah tangga kami, dan masalah ini akan saya jelaskan kepada pihak kepolisian ketika saya dilaporkan.”ucapnya
Meskipun menghadapi kemungkinan pelaporan dan konsekuensi hukum, RS menyatakan kesiapan untuk menerima segala akibat dari tindakan yang mungkin diambil oleh pihak keluarga istrinya.
“Saya tetap menerima konsekuensi, entah mereka melapor kemudian mau memasukkan saya ke penjara, saya terima semua apa yang ingin mereka lakukan kepada saya,” ujarnya. (Red)

















