LABUHA, JS – Kinerja Dokter Telinga, Hidung dan Tenggorokan (THT) di RSUD Labuha terbagi dua wilayah kerja. Di antaranya Labuha Halmahera Selatan dan Kota Ternate Maluku Utara.
Hal ini disampaikan Kepala bidang pelayanan medis dan keperawatan (KBPMKep) RSUD Labuha Dr. Norma Rina Hanifa, Sp. OG merespon terkait artikel pemberitaan sebelumnya yang diberitakan media ini.
“Terkait artikel yang dimuat sebelumnya, kami klarifikasi bahwa Dr. Andre SpTHT memang hanya bekerja di RSUD Labuha 3 hari dalam seminggu yaitu pada hari senin sampai rabu, karena beliau diperbantukan di Fakultas Kedokteran Unkhair dan RSUD Chasan Boesorie sebagai RS Pendidikan sejak tahun 2022,”ungkap Norma saat ditemui Jarumsatu diruang Direktur RSUD Labuha, Kamis (2/5/2024).
Kata Norma, Hal ini disebabkan karena masih minimnya tenaga spesialis THT di Maluku Utara. Pasalnya hanya ada 4 Spesialis THT di propinsi Maluku Utara ini yang terbagi di emapt kabupaten kota di antaranya 1 di Halmahera Barat, 1 di Halmahera Utara, 1 di kota Ternate dan 1 di Halmahera Selatan.
“Masalah ini sudah mendapatkan ijin dari Bupati pada saat itu dengan beberapa pertimbangannya antara lain adalah memang tenaga Dr. Andre Sp.THT dibutuhkan di sana dan beban pasien di Halmahera Selatan sendiri masih bisa ditangani dengan pelayanan selama 3 hari tersebut,”terangnya

Ijin kepada Dr. Andre, Sp.THT untuk menjadi tenaga perbantukan di Kota Ternate itu berdasarkan surat ijin Bupati Dr. Andre Iswaka Sp.THT-EL.Surat ijin Bupati nomor 824.3/422/2022, 27 Mei 2022.
“Pasien di poli THT dalam 1 hari jarang mencapai 10 pasien, dengan kasus rata-rata bukan kasus gawat darurat,”sambung Norma
Ia menambahkan bahwa Dr. Andre Iswara Sp. THT juga telah melatih dokter umum di IGD RSUD Labuha agar bisa menangani kasus-kasus darurat sehingga masyarakat Halmahera Selatan tidak perlu khawatir bila mengalami gangguan di bidang THT. (Red)

















