LABUHA, Jarumsatu.com – Kepala UPTD Puskesmas bantah soal keterlambatan penanganan pasien Demam Berdarah (DBD). Bantahan ini disampaikan kepala puskesmas Dolik, Sofyan Umsohi kepada Jarumsatu, Selasa (2/1/2023)
Kata Sofyan, pernyataan keterlambatan penanganan pasien DBD di desa Bosso, Kecamatan Gane Barat Utara, seperti yang diberitakan media ini, berdasarkan pernyataan Rinaldo Dogowini tidaklah benar.
“Kita tidak terlambat semua penanganan sudah kita lakukan bahkan sudah tiga kali berturut-turut. Dimulai dari yang kita lakukan yaitu PE, survei kontak dan pemeriksan jentik serta pengobatan dan screening”,ujar Sofyan.
Kemudian adanya warga yang meninggal dengan dugaan terkonfirmasi DBD, kata Sofyan belum dapa diketahui penyebabnya sebab yang yang bersangkutan sakit diam-diam tidak ada pemberitahuan ke pihak puskesmas.
“Kita tidak tahu yang meninggal itu penyakit apa, karena dia sakit tidak dirujuk ke Puskesmas,”ungkap Sofyan
Lanjutnya, satu pasien yang di rujuk ke RSUD Labuha benar terkonfirmasi positif DBD namun, yang bersangkutan baru datang dari luar daerah.
“Kasus yang terkonfirmasi DBD itu cuma dua orang tapi yang terakhir satu baru datang dari luar, dia baru datang dari Manado. Tapi kalo mau lihat masa inkubasi kuman DBD dia sudah dapat dari Manado”, jelasnya
Sofyan menambahkan, sebelum itu pihaknya juga telah berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk untuk pemeriksaan kontak dan survei jintik.
“Yang kita belum lakukan yaitu pemeriksaan fogikng namun pemeriksaan kontak, survei jintik sudah kita lakukan sejak bulan November kemarin”,tutur Sofyan
Sofyan bilang, Upaya lain untuk mengantisipasi warga tidak gampang terkonfirmasi positif DBD, pihaknya (Puskesmas Dolik) sudah berkoordinasi dengan pihak pemerintah desa dengan aparat desa serta toko agama untuk melakukan PSN dan pelaksanaan fogikng atau penyemprotan nyamuk dalam waktu dekat ini. (Red)

















