Respon soal Kasus DBD di Desa Bosso, Begini Penjelasan Kepala UPTD Puskesmas Dolik

Selasa, 2 Januari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sofyan Umsohi, Kepala UPTD Puskesmas Dolik

Sofyan Umsohi, Kepala UPTD Puskesmas Dolik

LABUHA, Jarumsatu.com Kepala UPTD Puskesmas bantah soal keterlambatan penanganan pasien Demam Berdarah (DBD). Bantahan ini disampaikan kepala puskesmas Dolik, Sofyan Umsohi kepada Jarumsatu, Selasa (2/1/2023)

Kata Sofyan, pernyataan keterlambatan penanganan pasien DBD di desa Bosso, Kecamatan Gane Barat Utara, seperti yang diberitakan media ini, berdasarkan pernyataan Rinaldo Dogowini tidaklah benar.

“Kita tidak terlambat semua penanganan sudah kita lakukan bahkan sudah tiga kali berturut-turut. Dimulai dari yang kita lakukan yaitu PE, survei kontak dan  pemeriksan jentik serta pengobatan dan screening”,ujar Sofyan.

Kemudian adanya warga yang meninggal dengan dugaan terkonfirmasi DBD, kata Sofyan belum dapa diketahui penyebabnya sebab yang yang bersangkutan sakit diam-diam tidak ada pemberitahuan ke pihak puskesmas.

“Kita tidak tahu yang meninggal itu penyakit apa, karena dia sakit tidak dirujuk ke Puskesmas,”ungkap Sofyan

Lanjutnya, satu pasien yang di rujuk ke RSUD Labuha benar terkonfirmasi positif DBD namun, yang bersangkutan baru datang dari  luar daerah.

“Kasus yang terkonfirmasi DBD itu cuma dua orang tapi yang terakhir satu baru datang dari luar, dia baru datang dari Manado. Tapi kalo mau lihat masa inkubasi kuman DBD dia sudah dapat dari Manado”, jelasnya

Sofyan menambahkan, sebelum itu pihaknya juga telah berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk untuk pemeriksaan kontak dan survei jintik.

“Yang kita belum lakukan yaitu pemeriksaan fogikng namun pemeriksaan kontak, survei jintik sudah kita lakukan sejak bulan November kemarin”,tutur Sofyan

Sofyan bilang, Upaya lain untuk mengantisipasi warga tidak gampang terkonfirmasi positif DBD, pihaknya (Puskesmas Dolik) sudah berkoordinasi dengan pihak pemerintah desa dengan aparat desa serta toko agama untuk melakukan PSN dan pelaksanaan fogikng atau penyemprotan nyamuk dalam waktu dekat ini. (Red)

Berita Terkait

Kapolres Halsel: Penyelidikan Penembakan Guru Mengarah pada Konflik di Lingkungan Sekolah
ASN KPH Diduga Jual Tanah Topsoil ke Pulau Obi, 30 Anggota DPRD Halsel Dinilai Tutup Mata
PARADE Ingatkan Pemkab Halsel, WPR Kusubibi Kunci Kepastian Hukum dan Ekonomi Masyarakat
Dugaan Pencabulan Anak di Bawah Umur di SD Negeri 258 Halsel, Guru Berinisial J.T.P. Resmi Dilaporkan ke Polisi
Kadis Dispora Halmahera Selatan Noce Totononu Bawa Inovasi Sport Saruma ke Panggung Nasional PKN Tingkat II Angkatan IV Tahun 2026
Aktivitas PETI Kaputusang Beroperasi Terbuka, Kinerja Kapolres Halsel Jadi Catatan Merah Publik
ASN KPH Anak Buah Sherly, Fajri Ahmad, Diduga Jual 6.000 Karung Tanah Topsoil Ilegal ke Pulau Obi
Tambang Ilegal Kali Raim Diduga Kian Bebas, PARADE Minta Kapolres Bertindak Tegas

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 19:19 WIB

Kapolres Halsel: Penyelidikan Penembakan Guru Mengarah pada Konflik di Lingkungan Sekolah

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:54 WIB

ASN KPH Diduga Jual Tanah Topsoil ke Pulau Obi, 30 Anggota DPRD Halsel Dinilai Tutup Mata

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:18 WIB

PARADE Ingatkan Pemkab Halsel, WPR Kusubibi Kunci Kepastian Hukum dan Ekonomi Masyarakat

Kamis, 30 Juli 2026 - 15:14 WIB

Dugaan Pencabulan Anak di Bawah Umur di SD Negeri 258 Halsel, Guru Berinisial J.T.P. Resmi Dilaporkan ke Polisi

Rabu, 29 Juli 2026 - 13:17 WIB

Kadis Dispora Halmahera Selatan Noce Totononu Bawa Inovasi Sport Saruma ke Panggung Nasional PKN Tingkat II Angkatan IV Tahun 2026

Berita Terbaru