DBD mengancam, Rinaldo Dogowini minta perhatian Pemkab Halmahera Selatan

Senin, 1 Januari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUHA, Jarumsatu.com – Tingginya kasus Demam Berdarah Dengue ( DBD ), Rinaldo meminta agar Bosso segera mendapat perhatian khusus terkait virus penularan DBD ini.

Hal ini disampaikan Rinaldo Dogowini kepada wartawan, Senin (1/1/2024).

Menurutnya, masyarakat Bosso dalam 1 bulan kurang lebih sudah sekitaran 6 orang diduga terserang DBD, 3 diantaranya positif DBD dan tidak bisa ditangani lanjut oleh UPTD Puskesmas Dolik dan harus dirujuk ke RSUD Marabose. Sementara 2 diantaranya berangsur pulih dan sudah di pulangkan ke Bosso dan 1 orang belum sempat dilarikan ke Puskesmas sudah meninggal dunia.

Kata politisi muda PDIP itu yang meninggal kuat dugaan terserang DBD juga. sebab model sakitnya sama dengan anak anak lain, panas tinggi, pusing dan sesak di dada.

Oleh karna itu dia sangat berharap bupati dapat mengambil langkah serius untuk mencegah penularan virus DBD ini, karna ini menular dan sangat berbahaya jika tidak ditangani dengan cepat.

Rinaldo juga memberikan warning keras terhadap kepala puskesmas Dolik, sebab menurutnya puskesmas Dolik sampai hari ini tidak ada langkah cepat dan tegas untuk mengatasi masalah penularan DBD di desa bosso.

” Jika dalam waktu dekat tidak ada langkah langkah cepat mengatasi masalah penularan DBD di desa Bosso, maka kami akan meminta dengan tegas untuk Bupati Halmahera Selatan segara mengevaluasi kepala UPTD puskesmas Dolik,”tandasnya.

Ia juga meminta kepada Dinas Kesehatan untuk dapat mengambil langkah cepat dalam upaya penanganan penularan virus DBD di desa Bosso Kecamatan Gane Barat Utara. (Red)

Berita Terkait

Kapolres Halsel: Penyelidikan Penembakan Guru Mengarah pada Konflik di Lingkungan Sekolah
ASN KPH Diduga Jual Tanah Topsoil ke Pulau Obi, 30 Anggota DPRD Halsel Dinilai Tutup Mata
PARADE Ingatkan Pemkab Halsel, WPR Kusubibi Kunci Kepastian Hukum dan Ekonomi Masyarakat
Dugaan Pencabulan Anak di Bawah Umur di SD Negeri 258 Halsel, Guru Berinisial J.T.P. Resmi Dilaporkan ke Polisi
Kadis Dispora Halmahera Selatan Noce Totononu Bawa Inovasi Sport Saruma ke Panggung Nasional PKN Tingkat II Angkatan IV Tahun 2026
Aktivitas PETI Kaputusang Beroperasi Terbuka, Kinerja Kapolres Halsel Jadi Catatan Merah Publik
ASN KPH Anak Buah Sherly, Fajri Ahmad, Diduga Jual 6.000 Karung Tanah Topsoil Ilegal ke Pulau Obi
Tambang Ilegal Kali Raim Diduga Kian Bebas, PARADE Minta Kapolres Bertindak Tegas

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 19:19 WIB

Kapolres Halsel: Penyelidikan Penembakan Guru Mengarah pada Konflik di Lingkungan Sekolah

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:54 WIB

ASN KPH Diduga Jual Tanah Topsoil ke Pulau Obi, 30 Anggota DPRD Halsel Dinilai Tutup Mata

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:18 WIB

PARADE Ingatkan Pemkab Halsel, WPR Kusubibi Kunci Kepastian Hukum dan Ekonomi Masyarakat

Kamis, 30 Juli 2026 - 15:14 WIB

Dugaan Pencabulan Anak di Bawah Umur di SD Negeri 258 Halsel, Guru Berinisial J.T.P. Resmi Dilaporkan ke Polisi

Rabu, 29 Juli 2026 - 13:17 WIB

Kadis Dispora Halmahera Selatan Noce Totononu Bawa Inovasi Sport Saruma ke Panggung Nasional PKN Tingkat II Angkatan IV Tahun 2026

Berita Terbaru