LABUHA – Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Maluku Utara gelar Bimbingan Tehnis (Bimtek) Implementasi Penidikan Inkslusif tahun 2023.
Bimtek Pendidikan Inklusif itu dilakukan selama dua hari sejak Senin sampai Selasa (14/11) kemarin.
Kabid SD Budi Mahmud mengatakan, kegiatan Pendidikan Inklusif ini merupakan program Kementrian Pendidikan Repoblik Indonesia yang diterapkan dinas pendidikan pada setiap daerah. Untuk 10 kan/kota se Maluku Utara baru Halsel yang melakukan itu.
Ini merupakan kegiatan perdana yang melibatkan 90 kepala sekolah di 9 kecamatan. Sasaran dari kegiatan ini kata Budi, diperuntukan untuk siswa yang cacat, pemahaman terbatas atau disebilitas dengan maksud dan tujuan bagaimana mencari tahu serta mengumpulkan satu wadah siswa yang cacat.
Lewat pendidikan inklusif ini menurut Budi agar siswa yang cacat ini tidak merasa minder dengan teman-teman yang sempurna.
“Untuk siswa yang cacat, pemahaman terbatas atau disebilitas dengan maksud dan tujuan bagaimana mencari tahu serta mengumpulkan satu wadah siswa yang cacat. Lewat pendidikan inklusif ini agar bagaiman siswa yang cacat ini tidak merasa minder dengan teman-teman yang sempurna,” ujar Budi kepada sejumlah awak media, Rabu (16/11).
Budi menjelaskan, siswa yang berkebutuhan khusus atau memiliki kekurangan pada setiap menerima mata pelajaran itu terus di bimbing, didorong serta diberi motivasi agar tidak merasa terkucilkan oleh teman sebayanya.
Bahkan sejauh ini Dinas Pendidikan Halsel telah menemukan sejumlah kasus yakni siswa yang hingga kelas 2 SMP belum tahu membaca sama sekali, sehingga ini perlu menjadi tanggung jawab bersama. Selain itu, ada sekolah dalam kota Halsel dengan fasilitas lengkap namun siswanya hingga kelas 4 SD belum tahu membaca.
Oleh karena itu, Kementrian Pendidikan telah memprogram kegiatan sekolah inklusif untuk terus mendorong dan meningkatkan layanan khusus kepada bersangkutan.
“Oleh karena itu, kementrian pendidikan memberikan sekolah inklusif ini untuk mencari tahu siswa seperti itu untuk diberikan layanan Khusus saat proses belajar mengajar dilakukan. Pembinaan khusus,” kata Budi yang juga mantan Kabid Paud Dinas Pendidikan Halsel itu.
Mantan Kepsek SMAN 3 Halsel itu, menyebut program ini berlaku diseluruh sekolah di Indonesia. Bahkan seluruh sekolah akan terapkan pendidikan inklusif untuk bisa mendata dimana siswa yang daya tangkapnya rendah untuk dilakukan pembinaan secara khusus.
“Semua sekolah akan kita lakukan namun ini pertama sehingga dilakukan pembagian per zona yang meliputi 9 kecamatan. Namun untuk tahun depan akan terapkan lagi sosialisasi untuk diterapkan disetiap sekolah,” tandasnya.
Untuk diketahui kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan Halsel Ikbal Hajiji.(red)

















