LABUHA, Jarumsatu.com – Akhir-akhir ini, Pelayanan RSUD Labuha dikeluhkan masyarakat lantaran pelayanan yang diduga kuat tidak maksimal sesuai Visi Misi Bupati Usman Sidik dan Wakil Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba.
Sesuai laporan yang diterima Jarumsatu Keluhan itu disampaikan Herawati M Najib, masyarakat Desa Prapakanda, Kecamatan Botang Lomang.
Herawati mengatakan dibohongi oleh petugas kesehatan di RSUD Labuha karena tidak ada kejelasan terkait pelayanan medis yang berlanjut untuk kesembuhan orang tuanya.
Sebelumnya orang tua Herawati mendatangi klinik milik dokter Akbar untuk pemeriksaan mata. Namun pemilik klinik tersebut menyarankan agar orang tua Herawati dibawah ke RSUD untuk penanganan mata oleh Dokter Spesialis.
Setelah mendatangi RSUD Labuha untuk pemeriksaan lebih lanjut, salah satu dokter lantas menyarankan agar mata kedua orang tua Herawati segera dioperasi. Pasalnya Mata ibu Herawati (Hafifa) memiliki daging menumpang dan bapaknya (Nijab) terdapat katarak yang juga perlu dilakukan adanya tindakan medis lebih lanjut (Operasi).
“kita punya orang tua dorang (mereka red) bilang bersedia, turus dokter bikin pengantar ke laboratorium untuk pemeriksaan darah dan hal lainnya untuk pastikan bisa operasi atau tidak,”ujar Herawati. Sabtu, (14//10/2023)
Lanjut Herawati, “Hasil dari leb dibawah ke dokter mata, dokter ambe dorang (mereka red) papa dengan mama punya no hp dan terus dokter bilang berkas bawah dulu, ibu tahan jangan sampai tercecer nanti waktu mau operasi baru dokter telpon karena ini sudah dekat lebaran nanti selesai lebaran baru telpon padahal sampe sekarang pihak rumah sakit tidak telpon,”kesalnya
Tepat pada Jumat kemarin Herawati kembali mendatangi RSUD untuk menayangkan terkait pelayanan medis lanjut terhadap mata kedua orang tuanya. Anehnya pihak RSUD mengklaim bahwa data pemeriksaan terhadap kedua orang tuanya belum terdaftar di RSUD Labuha.
“Dorang (mereka red) suru daftar ulang dengan pemeriksaan ulang tapi saya langsung emosi dan langsung adu mulut dalam ruangan dengan mereka turus saya bilang ini saya bawah berkas, namun petugas itu tidak buka untuk liat langsung bilang kalau data kedua orang tua saya kosong ini kan aneh,”pungkasnya.
Atas persoalan tersebut Herawati menilai pihak RSUD telah menunjukkan pelayanan terburuk tidak sesuai dengan Visi Misi Bupati dan wakil Bupati Halmahera Selatan.
Hingga berita ini diturun pihak RSUD atau Direktur RSUD Labuha masih upaya dikonfirmasi wartawan. (Red)

















