LABUHA, Jarumsatu.com – Ketua Pemuda Solidaritas Merah Putih (PSMP) Maluku Utara, Mudasir Ishak, mendesak Inspektorat Kabupaten Halmahera Selatan segara mengaudit Mantan Karateker Kepala Desa Ade Abas (Kades) Posi-Posi, Kecamatan Kayoa Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara.
Pasalnya, penggunaan anggaran oleh Mantan Karateker Kepala Desa (Kades) Posi-Posi, Ade Abas diduga terdapat banyak penyimpangan, baik dari soal proses pencairan Dana maupun gaji para Kaur Desa.
“Banyak penyimpangan yang dilakukan oleh Karateker Kades Posi-Posi Ade Abas, dimana, Proses pencairan dana tahun 2022 kemarin tidak melibatkan Bendahara Desa Sandi Saleh, bahkan gaji para kaur pun tidak diberikan,”Ungkap Mudasir Ishak, kepada wartawan, Sabtu 25 Maret 2023.
Ia juga meminta agar Inspektorat segara mengaudit Karateker Desa Posi-Posi. Sebab hak masyarakat tidak diberikan.
Sementara itu, Sandi Saleh, saat dikonfirmasi wartawan mengatakan, motif penggelapan Gaji Kaur Desa yakni tidak melibatkan dirinya pada proses pencairan.
“(Dia Ade Abas) saat mencairkan dana desa selama dia menjabat itu terpakai bendahara desa, baru mencairkan sendiri,”ungkap Sandi Saleh.
Selain itu, Karateker kepala Desa Posi-posi juga tidak membayar gajinya selama 2 bulan.
“Penyimpangan itu mulai dari proses pencairan dana tidak dilibatkan bendahara, Gaji Kaur tidak diberikan, bahkan gaji bandara selama 2 bulan pun tidak dibayar,”jelasnya.
Olehnya itu, ia mendesak inspektorat Halmahera Selatan turun dan mengaudit dana desa posi posi selama Ade Abas menjabat.
Tidak hanya itu, Sandi meminta Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik agar memangil mantan Karateker Kades Posi -posi, Ade Abas, karena dia juga masi berstatus pegawai kantor camat kayoa selatan.
” Kami mendesak bupati Halmahera Selatan panggil Mantan Karateker Kades Posi -posi yang membohongi masyarakat, dan harus mintai pertanggungjawaban,” pungkasnya (red/tim)

















