Akibat Banjir, Ratusan Rumah di Manado dan Ribuan Kepala Keluarga Terkena Dampak

Sabtu, 28 Januari 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Manado – Banjir bandang hingga longsor yang terjadi di Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut) menyebabkan 400 rumah terendam. Banjir juga berdampak pada 3.013 kepala keluarga (KK) atau 9.382 jiwa.

Berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sabtu (28/1/2023), ratusan rumah terendam banjir itu tersebar di 34 desa/kelurahan dan 9 kecamatan. Banjir yang terjadi berkisar 80-300 sentimeter itu merenggut satu korban jiwa.

Dilansir detikNews, bencana longsor, telah berdampak pada 63 KK dan tersebar di 22 desa/kelurahan dan 7 kecamatan di Manado. Longsor ini mengakibatkan empat korban jiwa dan 3 warga luka-luka. Adapun rumah rusak akibat longsor sebanyak 53 unit dan juga 1 tempat ibadah.

“Jumlah warga di tempat pengungsian (akibat banjir dan longsor) total 1.021 orang,” kata Kabid Penanganan Darurat BPBD Manado Angelina J Bajodo kepada wartawan, Sabtu (28/1).

Adapun pengungsian di Kecamatan Tikala sebanyak 209 jiwa, Kecamatan Paal 2 ada 261 jiwa, Kecamatan Tuminting ada 50 jiwa. Selanjutnya di Kecamatan Singkil sebanyak 460 jiwa dan Kecamatan Wanang ada 41 jiwa.

Angelina tidak menampik, laporan yang diterima ada dua warga yang sempat terseret arus banjir di Kelurahan Pandu pada Jumat (27/1). Satu orang berhasil diselamatkan, namun satu lainnya meninggal dunia.

“Korban hanyut di (Kelurahan) Pandu yang selamat Billy Makaontol, sementara satu meninggal bernama Agus Manumpil,” ucapnya.

Sementara empat korban jiwa tertimbun longsor diketahui merupakan warga di Kelurahan Kairagi Weru Lingkungan 2, Kecamatan Paal 2. Keempat korban masing-masing bernama Stansye Tomas (70), pria bernama Jemmy Moniaga (56), dan wanita bernama Magdalena Soda (67), serta bocah Frizenli Arabaan (8).

“Total korban meninggal dunia (akibat banjir dan longsor) lima orang,” tambah Angelina.

Untuk diketahui, banjir hingga longsor melanda beberapa wilayah di Kota Manado disebabkan oleh guyuran curah hujan dengan intensitas tinggi pada Jumat (27/1). Akibatnya, sejumlah warga terdampak pun dievakuasi. (Red/detik)

Berita Terkait

PARADE Ingatkan Pemkab Halsel, WPR Kusubibi Kunci Kepastian Hukum dan Ekonomi Masyarakat
Dugaan Pencabulan Anak di Bawah Umur di SD Negeri 258 Halsel, Guru Berinisial J.T.P. Resmi Dilaporkan ke Polisi
Kadis Dispora Halmahera Selatan Noce Totononu Bawa Inovasi Sport Saruma ke Panggung Nasional PKN Tingkat II Angkatan IV Tahun 2026
Aktivitas PETI Kaputusang Beroperasi Terbuka, Kinerja Kapolres Halsel Jadi Catatan Merah Publik
ASN KPH Anak Buah Sherly, Fajri Ahmad, Diduga Jual 6.000 Karung Tanah Topsoil Ilegal ke Pulau Obi
Tambang Ilegal Kali Raim Diduga Kian Bebas, PARADE Minta Kapolres Bertindak Tegas
Jeritan Nelayan Obi Utara Bongkar Dugaan Permainan BBM Subsidi di SPBU Kompak Milik Sarman
DLH Halsel Tegaskan Tak Pernah Legalkan Pengambilan Topsoil, Siap Proses Oknum Jika Terbukti Terlibat

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:18 WIB

PARADE Ingatkan Pemkab Halsel, WPR Kusubibi Kunci Kepastian Hukum dan Ekonomi Masyarakat

Kamis, 30 Juli 2026 - 15:14 WIB

Dugaan Pencabulan Anak di Bawah Umur di SD Negeri 258 Halsel, Guru Berinisial J.T.P. Resmi Dilaporkan ke Polisi

Rabu, 29 Juli 2026 - 13:17 WIB

Kadis Dispora Halmahera Selatan Noce Totononu Bawa Inovasi Sport Saruma ke Panggung Nasional PKN Tingkat II Angkatan IV Tahun 2026

Rabu, 29 Juli 2026 - 07:53 WIB

Aktivitas PETI Kaputusang Beroperasi Terbuka, Kinerja Kapolres Halsel Jadi Catatan Merah Publik

Rabu, 29 Juli 2026 - 07:23 WIB

ASN KPH Anak Buah Sherly, Fajri Ahmad, Diduga Jual 6.000 Karung Tanah Topsoil Ilegal ke Pulau Obi

Berita Terbaru