Tragedi Nyawa Melayang di PT GMM, Massa Aksi: Copot Rosida Hanafi dan Michael Sekarang Juga!

Jumat, 23 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket:foto Massa membakar ban bekas di depan kantor PT Gelora Mandiri Membangun (PT GMM) saat aksi unjuk rasa, Jumat (23/10/2026), menyusul insiden kecelakaan kerja yang menewaskan seorang karyawan. Massa mendesak evaluasi menyeluruh terhadap keselamatan kerja dan manajemen perusahaan.

Ket:foto Massa membakar ban bekas di depan kantor PT Gelora Mandiri Membangun (PT GMM) saat aksi unjuk rasa, Jumat (23/10/2026), menyusul insiden kecelakaan kerja yang menewaskan seorang karyawan. Massa mendesak evaluasi menyeluruh terhadap keselamatan kerja dan manajemen perusahaan.

Halmahera Selatan. – Kematian seorang karyawan dalam kecelakaan kerja menjadi pemicu gelombang protes terhadap PT Gelora Mandiri Membangun (PT GMM) yang beroperasi di wilayah Desa Gane Dalam, Kecamatan Gane Barat Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara,Masyarakat lingkar industri bersama para pekerja menggelar aksi unjuk rasa pada Jumat (23/10/2026), mendesak manajemen perusahaan bertanggung jawab atas insiden fatal tersebut serta mengevaluasi sistem keselamatan kerja dan kelayakan kendaraan operasional.

Aksi berlangsung di depan kantor PT GMM. Massa membakar ban bekas sebagai bentuk protes atas insiden yang merenggut nyawa pekerja. Mereka menilai peristiwa tersebut tidak boleh dianggap sebagai kejadian biasa, melainkan harus menjadi momentum untuk mengusut penyebab kecelakaan dan mengevaluasi sistem keselamatan di lingkungan perusahaan.

Pimpinan aksi, Aprisal Boci, menegaskan bahwa kematian karyawan tersebut menjadi peringatan serius bagi manajemen PT GMM. Menurut massa, penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), pengawasan operasional, serta kelayakan kendaraan yang digunakan untuk mengangkut pekerja harus diperiksa secara menyeluruh.

Bagi massa aksi, persoalan ini bukan semata-mata tentang kecelakaan, tetapi juga menyangkut tanggung jawab perusahaan dalam melindungi nyawa setiap pekerja. Mereka mendesak agar penyebab insiden diungkap secara transparan, termasuk memastikan apakah terdapat unsur kelalaian dalam pengoperasian kendaraan maupun penerapan prosedur keselamatan kerja.

Desakan evaluasi juga diarahkan kepada Rosida Hanafi selaku Asisten Manajer HRD dan Michael selaku Asisten Manajer General Affairs (GA). Keduanya diminta menjalani evaluasi menyeluruh terkait tanggung jawab di bidang ketenagakerjaan, keselamatan kerja, serta kelayakan armada pelayanan umum perusahaan.

Ket: foto Sejumlah pekerja dan masyarakat menyampaikan tuntutan di depan kantor PT GMM, Jumat (23/10/2026). Mereka mendesak pertanggungjawaban manajemen atas insiden fatal yang merenggut nyawa karyawan serta pembenahan sistem K3 dan kelayakan kendaraan operasional perusahaan.

Massa memperingatkan General Manager PT GMM agar tidak merespons tuntutan tersebut sebatas janji atau formalitas administratif. Mereka menuntut langkah konkret untuk mengusut kecelakaan yang menyebabkan karyawan meninggal dunia. Apabila pemeriksaan membuktikan adanya kelalaian, pihak yang bertanggung jawab diminta menerima sanksi tegas, termasuk pencopotan jabatan sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain menuntut pertanggungjawaban atas kematian pekerja, massa turut mempersoalkan kesempatan kerja bagi masyarakat lokal. Proses rekrutmen yang dinilai belum transparan didesak untuk dibenahi agar masyarakat di sekitar wilayah operasional memperoleh akses kerja yang adil.

Aksi tersebut menjadi peringatan bagi manajemen PT GMM bahwa keselamatan pekerja dan perlindungan hak tenaga kerja tidak boleh dikesampingkan. Massa menginginkan evaluasi menyeluruh, keterbukaan mengenai penyebab kecelakaan, serta pembenahan nyata agar insiden serupa tidak kembali merenggut nyawa pekerja.

Hingga berita ini diterbitkan, tanggapan resmi manajemen PT GMM mengenai kecelakaan yang menewaskan karyawan tersebut dan tuntutan massa belum tercantum dalam informasi yang diterima redaksi. JarumSatu.com membuka ruang klarifikasi dan hak jawab bagi manajemen perusahaan maupun pihak-pihak yang disebutkan dalam pemberitaan ini. (red)

Berita Terkait

Warga Busua Desak Kadis DPMD Halsel Segera Aktifkan Kembali Kades Definitif Andi Hairudin!
Kematian Karyawan PT GMM Disorot, Ketua KNPI Halsel Desak Usut Tuntas dan Evaluasi Total K3!
FORMAPAS MALUT Desak Polres Halsel Usut Kematian Pekerja di Area PT GMM, Siapkan Surat ke Kemnaker ‎
Dari Rakornas TPAKD 2026, Bassam Kasuba Bidik Penguatan Ekonomi dan UMKM Halsel
Fungsionaris DPD KNPI Maluku Apresiasi Prestasi Pemprov dan Pemkot Ambon Raih Terbaik I TPAKD Award 2026
BPK RI Periksa Pengelolaan Bantuan Operasional Pendidikan di Halsel, Sasar Anggaran 2025–2026
Tragedi di Pelabuhan PT GMM: Remaja Gane Dalam Meninggal Dunia Akibat ‘Truk Maut’
Galian C Tuakona Beroperasi Tanpa Bukti Izin, APH Jangan Tutup Mata!

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:49 WIB

Warga Busua Desak Kadis DPMD Halsel Segera Aktifkan Kembali Kades Definitif Andi Hairudin!

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:41 WIB

Kematian Karyawan PT GMM Disorot, Ketua KNPI Halsel Desak Usut Tuntas dan Evaluasi Total K3!

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:40 WIB

FORMAPAS MALUT Desak Polres Halsel Usut Kematian Pekerja di Area PT GMM, Siapkan Surat ke Kemnaker ‎

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:58 WIB

Tragedi Nyawa Melayang di PT GMM, Massa Aksi: Copot Rosida Hanafi dan Michael Sekarang Juga!

Jumat, 23 Oktober 2026 - 07:31 WIB

Dari Rakornas TPAKD 2026, Bassam Kasuba Bidik Penguatan Ekonomi dan UMKM Halsel

Berita Terbaru