Halmahera Selatan. – Kematian seorang karyawan dalam kecelakaan kerja menjadi pemicu gelombang protes terhadap PT Gelora Mandiri Membangun (PT GMM) yang beroperasi di wilayah Desa Gane Dalam, Kecamatan Gane Barat Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara,Masyarakat lingkar industri bersama para pekerja menggelar aksi unjuk rasa pada Jumat (23/10/2026), mendesak manajemen perusahaan bertanggung jawab atas insiden fatal tersebut serta mengevaluasi sistem keselamatan kerja dan kelayakan kendaraan operasional.
Aksi berlangsung di depan kantor PT GMM. Massa membakar ban bekas sebagai bentuk protes atas insiden yang merenggut nyawa pekerja. Mereka menilai peristiwa tersebut tidak boleh dianggap sebagai kejadian biasa, melainkan harus menjadi momentum untuk mengusut penyebab kecelakaan dan mengevaluasi sistem keselamatan di lingkungan perusahaan.
Pimpinan aksi, Aprisal Boci, menegaskan bahwa kematian karyawan tersebut menjadi peringatan serius bagi manajemen PT GMM. Menurut massa, penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), pengawasan operasional, serta kelayakan kendaraan yang digunakan untuk mengangkut pekerja harus diperiksa secara menyeluruh.
Bagi massa aksi, persoalan ini bukan semata-mata tentang kecelakaan, tetapi juga menyangkut tanggung jawab perusahaan dalam melindungi nyawa setiap pekerja. Mereka mendesak agar penyebab insiden diungkap secara transparan, termasuk memastikan apakah terdapat unsur kelalaian dalam pengoperasian kendaraan maupun penerapan prosedur keselamatan kerja.
Desakan evaluasi juga diarahkan kepada Rosida Hanafi selaku Asisten Manajer HRD dan Michael selaku Asisten Manajer General Affairs (GA). Keduanya diminta menjalani evaluasi menyeluruh terkait tanggung jawab di bidang ketenagakerjaan, keselamatan kerja, serta kelayakan armada pelayanan umum perusahaan.

Massa memperingatkan General Manager PT GMM agar tidak merespons tuntutan tersebut sebatas janji atau formalitas administratif. Mereka menuntut langkah konkret untuk mengusut kecelakaan yang menyebabkan karyawan meninggal dunia. Apabila pemeriksaan membuktikan adanya kelalaian, pihak yang bertanggung jawab diminta menerima sanksi tegas, termasuk pencopotan jabatan sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain menuntut pertanggungjawaban atas kematian pekerja, massa turut mempersoalkan kesempatan kerja bagi masyarakat lokal. Proses rekrutmen yang dinilai belum transparan didesak untuk dibenahi agar masyarakat di sekitar wilayah operasional memperoleh akses kerja yang adil.
Aksi tersebut menjadi peringatan bagi manajemen PT GMM bahwa keselamatan pekerja dan perlindungan hak tenaga kerja tidak boleh dikesampingkan. Massa menginginkan evaluasi menyeluruh, keterbukaan mengenai penyebab kecelakaan, serta pembenahan nyata agar insiden serupa tidak kembali merenggut nyawa pekerja.
Hingga berita ini diterbitkan, tanggapan resmi manajemen PT GMM mengenai kecelakaan yang menewaskan karyawan tersebut dan tuntutan massa belum tercantum dalam informasi yang diterima redaksi. JarumSatu.com membuka ruang klarifikasi dan hak jawab bagi manajemen perusahaan maupun pihak-pihak yang disebutkan dalam pemberitaan ini. (red)

















