JAKARTA — Forum Mahasiswa Pascasarjana Maluku Utara (FORMAPAS MALUT) mendesak aparat penegak hukum dan dinas ketenagakerjaan mengusut tuntas kematian Sujadhi Makmur (20), pekerja asal Gane Dalam yang tewas di area Pelabuhan Besar PT Gelora Mandiri Membangun (GMM). FORMAPAS MALUT menegaskan agar aparat penegak hukum tidak “main mata” dengan pihak perusahaan dan transparan mengungkap dugaan pelanggaran Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Ketua Bidang Partisipasi Pembangunan Daerah FORMAPAS MALUT, Brayen Putra Lajame, menyatakan bahwa insiden mematikan tersebut tidak boleh disederhanakan sebagai musibah biasa, melainkan harus ditelisik hingga ke potensi kejahatan kelalaian korporasi.
”Kami mendesak Polres Halmahera Selatan dan instansi ketenagakerjaan bertindak cepat, objektif, dan transparan. Jangan ada yang ditutup-tutupi. Jika terbukti ada pelanggaran standar K3 atau kelayakan armada operasional, pihak yang bertanggung jawab wajib diproses hukum hingga tuntas,” tegas Brayen dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (23/10/2026).
Selain mendesak pengusutan oleh aparat lokal, FORMAPAS MALUT secara resmi akan mengirimkan surat kepada Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Republik Indonesia. Surat tersebut bertujuan mendesak Tim Pengawas Ketenagakerjaan Kemnaker untuk turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan audit K3 di area operasional PT GMM.
”Secara lembaga, FORMAPAS MALUT segera menyurati Kementerian Ketenagakerjaan untuk menerjunkan tim inspeksi ke lokasi kejadian. Audit menyeluruh penting dilakukan untuk memastikan apakah penerapan K3 di area pelabuhan PT GMM sudah sesuai dengan Standard Operating Procedure (SOP) dan regulasi yang berlaku atau justru ada pembiaran,” ujar Brayen.
FORMAPAS MALUT menyoroti kerap rusaknya komitmen perlindungan keselamatan kerja di lingkungan industri extraction dan perkebunan besar. Menurutnya, korporasi tidak boleh hanya mengejar target produksi dan keuntungan operasional sembari mengabaikan keselamatan jiwa para pekerja.
Tragedi di pelabuhan PT GMM ini menjadi ujian krusial bagi kredibilitas penegakan hukum dan pengawasan ketenagakerjaan di Kabupaten Halmahera Selatan. Publik menuntut tindakan tegas tanpa kompromi administratif atas hilangnya nyawa seorang pekerja muda.
”Kematian Sujadhi Makmur harus menjadi momentum pembenahan total pengawasan K3 di Halmahera Selatan, agar tidak ada lagi pekerja yang menjadi korban akibat abainya manajemen terhadap keselamatan kerja,” kata Brayen. (red)

















