Tiga Hari Hilang Tanpa Jejak, Karyawan PT HJF Ditemukan Tewas Terapung di Perairan Kawasi

Rabu, 17 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket: penemuan sesosok mayat Kariyawan PT.HJF berjenis kelamin laki-laki yang terapung di perairan sekitar desa tersebut, Rabu (17/6/2026) sore.

Ket: penemuan sesosok mayat Kariyawan PT.HJF berjenis kelamin laki-laki yang terapung di perairan sekitar desa tersebut, Rabu (17/6/2026) sore.

OBI, Halmahera Selatan – Warga Desa Kawasi, Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat berjenis kelamin laki-laki yang terapung di perairan sekitar desa tersebut, Rabu (17/6/2026) sore.

Korban diketahui bernama Daniel, seorang pekerja (welder) pada PT HJF yang berasal dari Tondano, Provinsi Sulawesi Utara.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, jasad korban pertama kali ditemukan sekitar pukul 16.30 WIT oleh seorang nelayan bernama Manoho (32) saat dalam perjalanan pulang setelah memancing ikan.

Manoho mengaku awalnya melihat sebuah benda mencurigakan mengapung di laut dan mengira benda tersebut merupakan seekor penyu. Namun setelah mendekati objek tersebut, ia terkejut karena ternyata yang dilihatnya adalah sesosok mayat dalam posisi tengkurap.

“Awalnya saya kira penyu laut. Setelah saya dekati ternyata mayat manusia,” ungkap Manoho.

Setelah memastikan temuannya, Manoho segera kembali ke daratan dan melaporkan kejadian tersebut kepada warga serta pihak terkait. Informasi itu kemudian diteruskan kepada Pemerintah Desa Kawasi dan aparat berwenang untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.

Sementara itu, Evan (29), yang merupakan kerabat korban, membenarkan identitas jenazah setelah mendatangi Polindes Desa Kawasi. Menurutnya, korban telah sekitar tiga hari tidak masuk kerja dan keberadaannya tidak diketahui.

“Pihak keluarga sebelumnya sudah melaporkan kepada manajemen perusahaan karena korban tidak berada di tempat kerja selama beberapa hari,” jelas Evan.

Setelah menerima informasi mengenai penemuan mayat di perairan Kawasi, Evan mendatangi lokasi dan mengenali korban berdasarkan ciri-ciri fisik yang dimiliki.

Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kematian korban masih belum diketahui. Pihak berwenang masih melakukan pendalaman dan penyelidikan lebih lanjut guna mengungkap kronologi serta penyebab meninggalnya korban.

Penemuan tersebut sempat mengundang perhatian warga sekitar yang berdatangan ke lokasi untuk menyaksikan proses evakuasi jenazah.(red)

Berita Terkait

Belum Sadarkan Diri Usai Dikeroyok, Kuasa Hukum Minta Kapolres Halsel Beri Atensi Khusus pada Kasus Desa Nang
Hilman Berani Bicara, Klaim Penjualan Topsoil ke Kawasi Tak Langgar Hukum
Bupati Bassam Kasuba Buka Diklat Paskibraka Halsel 2026, Tekankan Integritas dan Semangat Kebangsaan
Pangdam XV/Pattimura Dorong WPR dan IPR Tiga Tambang Rakyat di Halsel: Ikuti Model Gunung Botak
GMKI Bacan Desak Kapolres Halsel Beri Atensi Serius Penanganan Kasus Pelecehan Anak Dibawah Umur
Pembongkaran Minyak Kobisadar Berizin dan diawasi UPP Bula, Jovandri: Jangan Hakimi PLN dan Perusahan Tanpa Bukti
Di Balik Sebuah Jabatan, Ada Keluarga yang Terluka oleh Stigma Tanpa Bukti
Kapolres Halsel: Penyelidikan Penembakan Guru Mengarah pada Konflik di Lingkungan Sekolah

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 16:27 WIB

Belum Sadarkan Diri Usai Dikeroyok, Kuasa Hukum Minta Kapolres Halsel Beri Atensi Khusus pada Kasus Desa Nang

Senin, 3 Agustus 2026 - 16:10 WIB

Hilman Berani Bicara, Klaim Penjualan Topsoil ke Kawasi Tak Langgar Hukum

Senin, 3 Agustus 2026 - 12:39 WIB

Bupati Bassam Kasuba Buka Diklat Paskibraka Halsel 2026, Tekankan Integritas dan Semangat Kebangsaan

Minggu, 2 Agustus 2026 - 17:11 WIB

Pangdam XV/Pattimura Dorong WPR dan IPR Tiga Tambang Rakyat di Halsel: Ikuti Model Gunung Botak

Jumat, 31 Juli 2026 - 09:07 WIB

Pembongkaran Minyak Kobisadar Berizin dan diawasi UPP Bula, Jovandri: Jangan Hakimi PLN dan Perusahan Tanpa Bukti

Berita Terbaru