Korwil GMKI Maluku Utara Minta Kapolda Evaluasi Kapolres Halsel Pasca Tragedi Berdarah di Anggai

Kamis, 11 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket: Korwil Gmki Maluku Utara Jufri Bayar, SH.

Ket: Korwil Gmki Maluku Utara Jufri Bayar, SH.

Halmahera Selatan – Tragedi berdarah yang terjadi di kawasan Tambang Emas Anggai, Kecamatan Obi, dan mengakibatkan dua orang meninggal dunia mendapat sorotan keras dari Korwil GMKI Maluku Utara, Jufri Bayar, SH.

Peristiwa tersebut bermula pada Selasa malam (9/6/2026) sekitar pukul 21.00 WIT, ketika seorang pemuda bernama Dadang Elajouw (18), warga Desa Anggai, dilaporkan meninggal dunia akibat dugaan penikaman di kawasan tambang emas Anggai. Kejadian itu sontak menggemparkan masyarakat setempat dan para pekerja yang berada di lokasi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga, terduga pelaku sempat meninggalkan lokasi usai kejadian. Namun pada Rabu (10/6/2026) sekitar pukul 19.30 WIT, terduga pelaku dilaporkan ditemukan massa di sekitar kawasan jembatan dekat SMA di Desa Anggai. Dalam situasi yang memanas pasca-insiden tersebut, terduga pelaku diduga menjadi sasaran amukan massa dan kemudian dilaporkan meninggal dunia.

Jufri menilai peristiwa yang diawali dugaan penikaman hingga berujung meninggalnya terduga pelaku setelah ditemukan massa tersebut memunculkan pertanyaan besar terkait efektivitas pengamanan dan respons aparat di wilayah tersebut.

“Ini bukan lagi sekadar kasus kriminal biasa. Publik berhak mengetahui bagaimana peristiwa ini bisa berkembang hingga menelan dua korban jiwa. Pertanyaan yang muncul adalah di mana fungsi deteksi dini dan langkah antisipatif aparat keamanan ketika situasi mulai memanas di lapangan,” tegas Jufri kepada redaksi JarumSaru.com, Kamis (11/6/2026).

Menurutnya, insiden yang menelan dua nyawa dalam waktu berdekatan tersebut harus menjadi bahan evaluasi serius bagi Polres Halmahera Selatan. Ia menilai negara tidak boleh kalah dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Peristiwa ini harus menjadi bahan evaluasi serius bagi Polres Halmahera Selatan. Negara tidak boleh kalah oleh situasi. Ketika massa mengambil tindakan sendiri, itu menandakan ada persoalan yang perlu dijawab dalam aspek pencegahan dan pengamanan,” ujarnya.

Jufri juga mendesak Kapolda Maluku Utara untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja pengamanan dan penanganan situasi oleh jajaran Polres Halmahera Selatan menyusul peristiwa yang menelan dua korban jiwa tersebut.

“Jangan biarkan kasus ini hanya berhenti pada fakta adanya korban meninggal dunia. Yang harus dijelaskan kepada publik adalah apakah langkah-langkah pengamanan telah dilakukan secara maksimal dan mengapa situasi bisa berkembang sampai memakan dua nyawa,” katanya.

GMKI Maluku Utara menegaskan akan terus mengawal proses penanganan kasus tersebut dan meminta aparat kepolisian bekerja secara profesional, transparan, serta bertanggung jawab dalam mengungkap seluruh fakta di balik tragedi berdarah yang menggemparkan masyarakat Anggai.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Polres Halmahera Selatan belum memberikan keterangan resmi terkait kronologi lengkap peristiwa maupun tanggapan atas sorotan yang disampaikan Korwil GMKI Maluku Utara.(red)

Berita Terkait

Belum Sadarkan Diri Usai Dikeroyok, Kuasa Hukum Minta Kapolres Halsel Beri Atensi Khusus pada Kasus Desa Nang
Hilman Berani Bicara, Klaim Penjualan Topsoil ke Kawasi Tak Langgar Hukum
Bupati Bassam Kasuba Buka Diklat Paskibraka Halsel 2026, Tekankan Integritas dan Semangat Kebangsaan
Korwil XV GMKI Maluku Utara: Kesepakatan dengan Masyarakat Bukan Sekadar Janji, Melainkan Kewajiban yang Harus Direalisasikan
Pangdam XV/Pattimura Dorong WPR dan IPR Tiga Tambang Rakyat di Halsel: Ikuti Model Gunung Botak
GMKI Bacan Desak Kapolres Halsel Beri Atensi Serius Penanganan Kasus Pelecehan Anak Dibawah Umur
Pembongkaran Minyak Kobisadar Berizin dan diawasi UPP Bula, Jovandri: Jangan Hakimi PLN dan Perusahan Tanpa Bukti
Di Balik Sebuah Jabatan, Ada Keluarga yang Terluka oleh Stigma Tanpa Bukti

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 16:27 WIB

Belum Sadarkan Diri Usai Dikeroyok, Kuasa Hukum Minta Kapolres Halsel Beri Atensi Khusus pada Kasus Desa Nang

Senin, 3 Agustus 2026 - 16:10 WIB

Hilman Berani Bicara, Klaim Penjualan Topsoil ke Kawasi Tak Langgar Hukum

Senin, 3 Agustus 2026 - 12:39 WIB

Bupati Bassam Kasuba Buka Diklat Paskibraka Halsel 2026, Tekankan Integritas dan Semangat Kebangsaan

Senin, 3 Agustus 2026 - 10:09 WIB

Korwil XV GMKI Maluku Utara: Kesepakatan dengan Masyarakat Bukan Sekadar Janji, Melainkan Kewajiban yang Harus Direalisasikan

Minggu, 2 Agustus 2026 - 17:11 WIB

Pangdam XV/Pattimura Dorong WPR dan IPR Tiga Tambang Rakyat di Halsel: Ikuti Model Gunung Botak

Berita Terbaru