HIPMA Halsel Jakarta Pasang Ultimatum! Dugaan Pencemaran lingkungan oleh PT GMM diNilai Ancam Kesehatan Warga

Kamis, 4 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket: Ketua Bidang SDM HIPMA Halsel Jakarta, Usama Ait.

Ket: Ketua Bidang SDM HIPMA Halsel Jakarta, Usama Ait.

Halmahera Selatan – Dugaan pencemaran lingkungan yang menyeret nama PT Gema Mineral Mulia (GMM) di wilayah Gane memicu kemarahan Himpunan Pelajar Mahasiswa Halmahera Selatan (HIPMA Halsel) Jakarta. Organisasi mahasiswa tersebut menilai keresahan masyarakat tidak boleh dianggap sepele dan mendesak perusahaan segera membuka seluruh informasi terkait pengelolaan limbah secara transparan.

Ketua Bidang SDM HIPMA Halsel Jakarta, Usama Ait, menegaskan bahwa jika dugaan pencemaran itu terbukti, maka persoalan tersebut bukan lagi sekadar masalah administratif, melainkan ancaman serius terhadap hak hidup dan kesehatan masyarakat.

“Perusahaan wajib bertanggung jawab dan membuka informasi kepada publik. Jangan sampai masyarakat menjadi korban akibat aktivitas industri yang diduga tidak dikelola sesuai standar lingkungan,” tegas Usama.

HIPMA Halsel Jakarta juga menyoroti lambannya respons perusahaan terhadap berbagai keluhan warga yang berkembang di tengah masyarakat. Menurut mereka, sikap diam justru memperkuat kecurigaan publik dan memperbesar krisis kepercayaan terhadap korporasi.

Tak hanya mendesak penghentian sementara pengelolaan limbah yang diduga bermasalah, HIPMA Halsel Jakarta juga meminta jaminan layanan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak penurunan kualitas lingkungan di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Jika tuntutan tersebut tidak direspons secara serius, HIPMA Halsel Jakarta mengaku siap membawa persoalan ini ke tingkat nasional melalui aksi demonstrasi terbuka di Jakarta.

“Kami tidak akan tinggal diam ketika masyarakat mengeluhkan kondisi lingkungan yang diduga semakin memburuk. Jika perusahaan tetap bungkam, kami siap turun ke jalan,” ujar Usama.

Kasus dugaan pencemaran di Gane kini menjadi sorotan publik dan menambah daftar panjang polemik lingkungan di Maluku Utara di tengah pesatnya ekspansi industri pertambangan. (red)

Berita Terkait

Belum Sadarkan Diri Usai Dikeroyok, Kuasa Hukum Minta Kapolres Halsel Beri Atensi Khusus pada Kasus Desa Nang
Hilman Berani Bicara, Klaim Penjualan Topsoil ke Kawasi Tak Langgar Hukum
Bupati Bassam Kasuba Buka Diklat Paskibraka Halsel 2026, Tekankan Integritas dan Semangat Kebangsaan
Pangdam XV/Pattimura Dorong WPR dan IPR Tiga Tambang Rakyat di Halsel: Ikuti Model Gunung Botak
GMKI Bacan Desak Kapolres Halsel Beri Atensi Serius Penanganan Kasus Pelecehan Anak Dibawah Umur
Pembongkaran Minyak Kobisadar Berizin dan diawasi UPP Bula, Jovandri: Jangan Hakimi PLN dan Perusahan Tanpa Bukti
Di Balik Sebuah Jabatan, Ada Keluarga yang Terluka oleh Stigma Tanpa Bukti
Kapolres Halsel: Penyelidikan Penembakan Guru Mengarah pada Konflik di Lingkungan Sekolah

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 16:27 WIB

Belum Sadarkan Diri Usai Dikeroyok, Kuasa Hukum Minta Kapolres Halsel Beri Atensi Khusus pada Kasus Desa Nang

Senin, 3 Agustus 2026 - 16:10 WIB

Hilman Berani Bicara, Klaim Penjualan Topsoil ke Kawasi Tak Langgar Hukum

Senin, 3 Agustus 2026 - 12:39 WIB

Bupati Bassam Kasuba Buka Diklat Paskibraka Halsel 2026, Tekankan Integritas dan Semangat Kebangsaan

Minggu, 2 Agustus 2026 - 17:11 WIB

Pangdam XV/Pattimura Dorong WPR dan IPR Tiga Tambang Rakyat di Halsel: Ikuti Model Gunung Botak

Jumat, 31 Juli 2026 - 09:07 WIB

Pembongkaran Minyak Kobisadar Berizin dan diawasi UPP Bula, Jovandri: Jangan Hakimi PLN dan Perusahan Tanpa Bukti

Berita Terbaru