DPD PELOPOR Bantah Isu Diskualifikasi Robby Sapulete, Minta Tidak Dipolitisasi dan Junjung Asas Praduga Tak Bersalah

Jumat, 17 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ambon, 17 April 2026 – Menanggapi derasnya desakan yang dilayangkan Barisan Muda Indonesia Timur (BMIT) terkait tuntutan diskualifikasi Robby Sapulete, sejumlah elemen masyarakat sipil di Maluku angkat bicara dan memberikan bantahan tegas.

Ketua DPD PELOPOR Maluku, Dayat Wara Wara, menilai narasi yang berkembang saat ini berpotensi menyesatkan opini publik jika tidak disikapi secara proporsional.

Dayat menegaskan bahwa berbagai tudingan yang beredar masih bersifat dugaan dan belum memiliki kekuatan hukum tetap. Karena itu, ia mengingatkan semua pihak untuk tidak menggiring opini seolah-olah yang bersangkutan telah terbukti bersalah.

“Kami membantah narasi yang terkesan menghakimi. Jangan sampai proses seleksi ini dipolitisasi atau ditunggangi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” tegas Dayat.

Menurut DPd Pelopor, proses seleksi Sekretaris Kota (Sekot) Ambon harus tetap berjalan sesuai mekanisme dan aturan yang berlaku di bawah pengawasan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, tanpa intervensi tekanan yang bersifat sepihak.

Dayat turut menekankan pentingnya menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah dalam setiap persoalan hukum. Ia mengingatkan bahwa dalam negara hukum, setiap individu memiliki hak untuk diperlakukan adil sebelum ada putusan resmi dari lembaga berwenang.

“Kalau memang ada dugaan, silakan diproses sesuai hukum yang berlaku. Tapi jangan menghakimi di ruang publik. Kita harus menjunjung asas praduga tak bersalah,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak terprovokasi oleh narasi yang berpotensi memperkeruh situasi. Dukungan terhadap proses seleksi diharapkan tetap diarahkan secara positif, objektif, dan konstruktif.

“semua pihak mendukung proses ini secara sehat. Biarkan panitia seleksi bekerja secara profesional tanpa tekanan yang berlebihan,” tambahnya.

Pernyataan ini sekaligus menjadi penyeimbang di tengah menguatnya tekanan terhadap Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia agar segera mengambil langkah tegas. Di sisi lain, muncul harapan agar seluruh proses tetap berjalan dalam koridor hukum, transparansi, dan keadilan.

Dengan demikian, polemik yang berkembang diharapkan tidak mengganggu integritas proses seleksi, melainkan menjadi pengingat bahwa demokrasi harus dijalankan dengan prinsip kehati-hatian, objektivitas, dan penghormatan terhadap hukum. (red)

Berita Terkait

Belum Sadarkan Diri Usai Dikeroyok, Kuasa Hukum Minta Kapolres Halsel Beri Atensi Khusus pada Kasus Desa Nang
Hilman Berani Bicara, Klaim Penjualan Topsoil ke Kawasi Tak Langgar Hukum
Bupati Bassam Kasuba Buka Diklat Paskibraka Halsel 2026, Tekankan Integritas dan Semangat Kebangsaan
Pangdam XV/Pattimura Dorong WPR dan IPR Tiga Tambang Rakyat di Halsel: Ikuti Model Gunung Botak
GMKI Bacan Desak Kapolres Halsel Beri Atensi Serius Penanganan Kasus Pelecehan Anak Dibawah Umur
Nama Baik Bukan Hanya Milik Pejabat, tetapi Juga Milik Keluarga: Jovandri Minta Stop Stigma terhadap Sadali Ie dan Robert Sapulette
Pembongkaran Minyak Kobisadar Berizin dan diawasi UPP Bula, Jovandri: Jangan Hakimi PLN dan Perusahan Tanpa Bukti
Di Balik Sebuah Jabatan, Ada Keluarga yang Terluka oleh Stigma Tanpa Bukti

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 16:27 WIB

Belum Sadarkan Diri Usai Dikeroyok, Kuasa Hukum Minta Kapolres Halsel Beri Atensi Khusus pada Kasus Desa Nang

Senin, 3 Agustus 2026 - 16:10 WIB

Hilman Berani Bicara, Klaim Penjualan Topsoil ke Kawasi Tak Langgar Hukum

Senin, 3 Agustus 2026 - 12:39 WIB

Bupati Bassam Kasuba Buka Diklat Paskibraka Halsel 2026, Tekankan Integritas dan Semangat Kebangsaan

Minggu, 2 Agustus 2026 - 17:11 WIB

Pangdam XV/Pattimura Dorong WPR dan IPR Tiga Tambang Rakyat di Halsel: Ikuti Model Gunung Botak

Jumat, 31 Juli 2026 - 11:34 WIB

Nama Baik Bukan Hanya Milik Pejabat, tetapi Juga Milik Keluarga: Jovandri Minta Stop Stigma terhadap Sadali Ie dan Robert Sapulette

Berita Terbaru