Diduga Minim Transparansi, Lelang BRI KCP Labuha Tuai Polemik dan Sorotan Keras Publik

Rabu, 11 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Halsel — Bank Rakyat Indonesia (BRI) KCP Labuha, Kabupaten Halmahera Selatan, diduga menutupi informasi terkait sertifikat hak tanggungan dan besaran biaya lelang kepada pemenang lelang maupun pemilik objek.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, pelelangan terhadap objek milik Susiana, berupa sebuah rumah yang terletak di Desa Labuha kec Bacan, diduga dilakukan tanpa pemberitahuan yang jelas terkait besaran biaya lelang. Selain itu, pihak keluarga mengaku tidak pernah menerima surat pemberitahuan lelang.

Putri Susiana, Wanda, mengatakan bahwa surat lelang tidak pernah sampai ke tangan mereka. Hal tersebut disampaikannya saat ditemui media ini pada Rabu (11/3/2026).

Keluhan serupa juga disampaikan oleh kuasa hukum pemenang lelang, Mudafar Hi. Di, S.H. Ia mengungkapkan bahwa untuk kepentingan permohonan eksekusi ke pengadilan, pihak bank tidak bersedia memberikan keterangan maupun alat bukti terkait Sertifikat Hak Tanggungan atas nama pemilik sebelumnya kepada pihak bank, termasuk dokumen mengenai bentuk kredit yang dilakukan oleh Susiana.

Menurut Mudafar, dokumen tersebut dibutuhkan sebagai bagian dari kelengkapan administrasi dalam proses hukum di pengadilan.

Situasi ini memicu dugaan adanya praktik tidak transparan di internal BRI KCP Labuha yang dinilai enggan terbuka terhadap nasabah maupun publik.

Saat dikonfirmasi, salah satu pegawai bank bernama Ilham tidak memberikan tanggapan. Ia mengaku baru menjabat sekitar dua minggu sehingga belum mengetahui persoalan tersebut.

Ilham kemudian memberikan nomor kontak salah satu pegawai BRI atas nama Muren. Namun, saat dihubungi melalui pesan dan panggilan WhatsApp, yang bersangkutan tidak memberikan respons hingga berita ini diterbitkan.(red)

Berita Terkait

Belum Sadarkan Diri Usai Dikeroyok, Kuasa Hukum Minta Kapolres Halsel Beri Atensi Khusus pada Kasus Desa Nang
Hilman Berani Bicara, Klaim Penjualan Topsoil ke Kawasi Tak Langgar Hukum
Bupati Bassam Kasuba Buka Diklat Paskibraka Halsel 2026, Tekankan Integritas dan Semangat Kebangsaan
Pangdam XV/Pattimura Dorong WPR dan IPR Tiga Tambang Rakyat di Halsel: Ikuti Model Gunung Botak
GMKI Bacan Desak Kapolres Halsel Beri Atensi Serius Penanganan Kasus Pelecehan Anak Dibawah Umur
Pembongkaran Minyak Kobisadar Berizin dan diawasi UPP Bula, Jovandri: Jangan Hakimi PLN dan Perusahan Tanpa Bukti
Di Balik Sebuah Jabatan, Ada Keluarga yang Terluka oleh Stigma Tanpa Bukti
Kapolres Halsel: Penyelidikan Penembakan Guru Mengarah pada Konflik di Lingkungan Sekolah

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 16:27 WIB

Belum Sadarkan Diri Usai Dikeroyok, Kuasa Hukum Minta Kapolres Halsel Beri Atensi Khusus pada Kasus Desa Nang

Senin, 3 Agustus 2026 - 16:10 WIB

Hilman Berani Bicara, Klaim Penjualan Topsoil ke Kawasi Tak Langgar Hukum

Senin, 3 Agustus 2026 - 12:39 WIB

Bupati Bassam Kasuba Buka Diklat Paskibraka Halsel 2026, Tekankan Integritas dan Semangat Kebangsaan

Minggu, 2 Agustus 2026 - 17:11 WIB

Pangdam XV/Pattimura Dorong WPR dan IPR Tiga Tambang Rakyat di Halsel: Ikuti Model Gunung Botak

Jumat, 31 Juli 2026 - 09:07 WIB

Pembongkaran Minyak Kobisadar Berizin dan diawasi UPP Bula, Jovandri: Jangan Hakimi PLN dan Perusahan Tanpa Bukti

Berita Terbaru