HALSEL — Bencana banjir yang melanda Desa Yaba, Kecamatan Bacan Barat Utara, hingga kini belum memiliki data resmi dari pemerintah daerah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Selatan mengakui belum mengantongi laporan valid terkait jumlah korban maupun tingkat kerusakan akibat banjir tersebut.
Kepala BPBD Halsel, Jakaruddin, menyampaikan hal itu saat diwawancarai redaksi di ruang kerjanya, Rabu (21/1/2026). Ia menegaskan bahwa informasi mengenai 21 kepala keluarga terdampak dan tiga unit rumah mengalami kerusakan parah yang beredar saat ini bersumber dari laporan wartawan, bukan hasil pendataan resmi BPBD.
“Data 21 kepala keluarga dan tiga rumah rusak parah itu masih berdasarkan informasi dari wartawan. Kami belum menerima data resmi dari pemerintah desa,” ujar Jakaruddin.
Menurutnya, BPBD Halsel telah melakukan koordinasi awal dengan Camat Bacan Barat Utara dan pihak terkait. Namun, hingga kini pihaknya masih menunggu hasil pendataan langsung dari kepala desa yang sedang bekerja di lapangan.
“Kami tidak bisa menjadikan informasi awal itu sebagai dasar penanganan sebelum ada data valid yang disampaikan secara resmi,” katanya.
Meski demikian, BPBD mengaku telah meneruskan laporan awal tersebut ke Bidang Kedaruratan sebagai langkah antisipasi jika kondisi di lapangan berkembang menjadi situasi yang membutuhkan penanganan cepat.
Jakaruddin juga menjelaskan bahwa belum turunnya tim BPBD ke Desa Yaba disebabkan oleh banyaknya kejadian bencana yang terjadi secara bersamaan di wilayah Halmahera Selatan. Salah satunya adalah bencana angin kencang di Desa Bobo yang lebih dulu mendapat penanganan.
“Penanganan kami lakukan berdasarkan skala prioritas. Ada beberapa lokasi yang harus ditangani secara bersamaan,” jelasnya.
Selain faktor prioritas, kondisi cuaca dan gelombang laut yang tidak bersahabat turut menjadi kendala utama dalam menjangkau lokasi banjir di Desa Yaba.
“Kalau sore hari ini belum memungkinkan karena kondisi laut. Kami rencanakan tim turun besok, jika cuaca mendukung,” pungkasnya.
Sementara itu, warga Desa Yaba masih menunggu kehadiran tim penanggulangan bencana untuk memastikan dampak banjir yang mereka alami benar-benar tercatat dan mendapat penanganan dari pemerintah daerah.
(red)

















